Jakarta – Indonesia memiliki potensi ekonomi digital terbesar di ASEAN, diproyeksikan mencapai USD360 miliar pada 2030. Namun, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), Bonifasius Wahyu Pudjianto, menegaskan tantangan serius yang dihadapi adalah defisit talenta digital dan rendahnya pemberdayaan masyarakat digital.
Dalam Diseminasi Laporan Kependudukan Indonesia di Jakarta, Senin (15/12/2025), Bonifasius menyatakan fokus Indonesia kini beralih dari pembangunan infrastruktur menuju pengubahan infrastruktur tersebut menjadi nilai ekonomi dan sosial.
“Kami sangat mendorong tumbuhnya wirausaha digital, termasuk startup, sebagai alternatif penciptaan lapangan kerja yang lebih inklusif,” ujar Bonifasius.
Kesenjangan SDM Digital
Di tengah peluang pasar yang besar (Indonesia menyumbang 34,2% ekonomi digital ASEAN), Indonesia menghadapi kesenjangan SDM.
Kebutuhan: Indonesia membutuhkan 12 juta talenta digital hingga 2030.
Defisit Tahunan: Saat ini, Indonesia defisit sekitar 458 ribu skill workers digital setiap tahunnya.
Kekurangan ini berisiko membuat pasar SDM digital Indonesia terserap oleh negara tetangga. Untuk merespons, Kemkomdigi mengintensifkan program reskilling dan upskilling melalui kolaborasi dengan perusahaan teknologi global. Program pelatihan ini diakses melalui platform Digitalent Mobile Learning Management System (LMS).
Pilar Pemberdayaan Masyarakat
Bonifasius juga menyoroti empat pilar transformasi digital nasional (Infrastruktur, Pemerintahan, Ekonomi, dan Masyarakat Digital). Ia mencatat, pilar pemberdayaan masyarakat digital (digital empowerment) masih lemah, dengan indeks yang diproyeksikan baru mencapai 34,32% pada 2025.
“Kalau manusianya tidak memanfaatkan teknologi untuk nilai ekonomi, pengetahuan, atau manfaat sosial, maka dampaknya tidak akan signifikan,” tegasnya, mengingatkan pentingnya penggunaan teknologi secara produktif bagi pekerjaan, pendidikan, dan pengembangan usaha. (*/rsd)
Artikel ini telah tayang di InfoPublik.id berjudul Kekurangan Talenta Digital Jadi Tantangan Optimalisasi Potensi Ekonomi Digital Indonesia




