Cafe Dangdut di New York. Menparekraf Sandiaga Uno berfoto bersama dengan pengelola cafe dangdut. (instagram@cafedangdut)

Nama Café Dangdut terdengar sangat Indonesia. itulah alasan Fitri Carlina, seorang penyanyi yang besar melalui musik dangdut bersama rekannya, Dina Fatimah dan Roy Sembiring mendirikan Café Dangdut di Long Island City, New York, Amerika Serikat.

Bersama Dini, atau yang dikenal dengan panggilan Eski, Fitri melihat bahwa budaya Indonesia sangat layak dan potensial untuk diperkenalkan ke warga Amerika.

“Ide mendirikan Café Dangdut  muncul setahun yang lalu, tepatnya awal Maret. Saat itu, kebetulan saya juga tampil di acara Super Bowl Week,” ujar

kata Fitri seperti dikutip dari situs kemenparekraf.go.id.

Dari situ, nama dangdut sedikit demi sedikit mulai dikenal.  Kemudian, mereka terpikir untuk membuat coffee shop bernuansa dangdut di New York bersama Eski yang juga terlibat dalam acara Super Bowl Week.

“Dalam waktu sebulan, kami memikirkan ide, logo, dan menyiapkan coffee truck. Akhirnya pada September, Café Dangdut soft launching. Saat itu kami masih menggunakan coffee truck dan booth,” jelasnya.

Kebetulan, imbuh Eski, setelahnya ada acara Indopop Movement, sebuah organisasi atau yayasan yang bertujuan untuk membantu dan mendukung potensi Indonesia, baik kuliner, fesyen, budaya, di Amerika, khususnya New York.

Momentum ini dimanfaatkan oleh Fitri dan Eski untuk mempromosikan Café Dangdut di depan Time Square. (*/msa)