Anambas – Suasana haru menyelimuti perairan Batu Lepe, Desa Tarempa Timur, Minggu (24/8/2025) kemarin, ketika dua orang warga, bapak dan anak, hampir kehilangan nyawa saat memancing.
Mereka adalah Desrianto (49) dan putranya, Hibatullah Ariq (11). Dari Pasir Putih, keduanya berangkat dengan penuh semangat, mengayuh jongkong kecil untuk mencari ikan. Namun, perjalanan pulang berubah menjadi mimpi buruk.
Sekitar pukul 11.45 WIB, gelombang besar tiba-tiba datang menghantam bagian belakang jongkong. Perahu kecil itu oleng, seketika keduanya terhempas ke laut. Ariq, bocah 11 tahun itu, panik meronta, sementara sang ayah berusaha sekuat tenaga meraih tubuh anaknya agar tetap mengapung.
Di tengah detik-detik genting itu, seorang pekerja Peroyok RSUD Tarenpa melihat langsung melaporkan ke pihak keamanan PT PP (Pembangunan perumahan) Security PP langsung bergegas berupaya memberi pelampung salah satu pekerja proyek PP langsung berlari memberi kabar kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Anambas.
“Kejadian jam 11.45 WIB. Pas mereka mau pulang tiba-tiba gelombang datang dan hantam bagian belakang jongkong,” ujar Wira, Sekretaris BPBD Anambas yang memimpin langsung proses penyelamatan.
Tanpa menunggu lama, tim BPBD bergerak cepat. Diiringi degup cemas, mereka berhasil menarik keduanya dari terjangan ombak. Sang ayah menggigil kelelahan, sementara anaknya menangis ketakutan di pelukan tim penyelamat.
“Tim kami datang tepat waktu, langsung mengamankan korban,” kata Wira dengan suara berat.
Keduanya segera dibawa ke RSUD Tarempa. Syukurlah, setelah mendapat tindakan medis, mereka dinyatakan selamat dan diperbolehkan pulang ke rumah.
Hari itu, laut Batu Lepe nyaris merenggut kebahagiaan sebuah keluarga. Namun berkat kecepatan dan keberanian tim BPBD, ayah dan anak itu akhirnya bisa kembali bernapas lega, pulang ke rumah, dan memeluk keluarga yang menanti dengan linangan air mata. (rap)




