Batam, Lendoot.com – Untuk mendukung kemajuan daerah, semiua pihak harus berpartisipasi aktif mengisinya dengan keahlian dan bidang kemampuannya.
Termasuk salah satunya, peran strategis Ikatan Alumni (IKA) ITS Provinsi Kepri yang dapat memberikan kontribusi nyata terhadap perkembangan Batam, khususnya di sektor kemaritiman.
Ini disampaikan Anggota Bidang Pengusahaan BP Batam Wan Darussalam saat menghadiri pelaksanaan Seminar Nasional “Mewujudkan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia” di Balairungsari BP Batam, kemarin.
Wan Darussalam mengajak seluruh alumni Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Provinsi Kepri untuk berpartisipasi aktif dalam mengisi pembangunan Kota Batam.
“Batam sedang bertransformasi sebagai kota baru yang modern. Saya mengajak seluruh alumni ITS untuk ikut andil dengan melahirkan inovasi dan ide-ide yang luar biasa ke depannya,” ujar Wan yang mewakili Kepala BP Batam Muhammad Rudi.
Wan juga mengapresiasi langkah IKA ITS Provinsi Kepri yang telah menggagas seminar nasional tersebut.
Adanya seminar nasional ini, jelas Wan, banyak pihak yang akhirnya mengetahui bahwa Batam memiliki potensi dan peran penting dalam mendukung visi maritim Indonesia.
Batam di bawah kepemimpinan Muhammad Rudi, ujarnya lagi, juga mengandalkan beberapa sektor maritim untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi kawasan.
“Mulai dari jasa logistik pelabuhan, galangan kapal, hingga wisata bahari ikut menjadi aspek penting dari ekonomi maritim tersebut,” tambahnya.
Dia mengatakan, sinergiteas antarseluruh komponen daerah dan elemen masyarakat menjadi kunci keberhasilan agar kebijakan-kebijakan strategis dapat terealisasi dengan baik.
Ketua Umum IKA ITS Provinsi Kepri, Awan Sasongko mengatakan bahwa pihaknya siap berkolaborasi dalam mendukung kemajuan Batam.
Bagi Awang, kolaborasi adalah kunci dalam mengoptimalkan potensi-potensi Batam ke depan. Khususnya di sektor kemaritiman.
“Peran Kepri sangat penting dalam mendukung visi maritim Indonesia. Sinergi antara daerah dan pusat sangat krusial untuk mencapai keberhasilan bersama dalam sektor maritim,” tegasnya. (rst)




