Ini dia wanita terduga pelaku penipuan dan atau penggelapan di Karimun. Dia mengirim foto sedang sakit mimisan karena sedang mengusahakan mencari uang pengganti para korbannya. (ist)

Karimun, Lendoot.com – Dugaan aksi penipuan sorang wanita berinisial Er, ramai diperbincangkan di Karimun. Berkedok kerjasama usaha kuliner, Er diduga memperdayai belasan orang berduit di Karimun. Nilai kerugian para korban diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Awalnya kasus ini tidak tercium khalayak, mengingat menyangkut nama baik para korban. Terutama, mereka yang memiliki jabatan di beberapa instansi vertikal dan Pemkab Karimun.

Kemudian, Har, seorang warga Karimun sebagai pekerja swasta sudah sangat marah dengan Er dan melaporkannya ke polisi. Laporan Har diterima dengan nomor B/454/V/RES/1.11/2022/Reskrim.

Dalam surat berperihal permintaan keterangan bertanggal 14 Mei 2022 itu, menyebutkan Satreskrim sedang menangani perkara tindak pidana penipuan dan atau penggelapan.

Awalnya menjadi korban, Har tergiur dengan janji manis Er yang menjanjikan keuntungan besar untuk sebuah bisnis kuliner. Hingga akhirnya Har melaporkannya ke polisi karena janji-janji Er mengembalikan modal yang dititipnya plus keuntungannya, tak kunjung diberikan.

“Awalnya baik sekali dia menawarkan kerjasama dengan keuntungan yang besar. Berkali-kali saya masukkan modal ke dia, ada ini tanda buktinya, tapi kalau saya tagih, dia malah minta tambah lagi modalnya,” ujar Har kepala Lendoot.com, Kamis (9/6/2022).

Dalam penelusuran Lendoot.com, ternyata bukan Har saja yang menjadi korbannya. Beberapa pejabat di Pemkab Karimun dan isterinya, beberapa aparat penegak hukum baik TNImapun Polri juga menjadi korbannya.

Hanya saja, mengingat dan menimbang hal ini menyangkut masalah nama baik, maka belasan korban tidak mau angkat bicara, dan memilih membiarkannya.

Selanjutnya, awal Har melaporkan Er ke polisi dengan harapan bisa diproses secara hukum sehingga ada efek jera buat pelaku.

Hanya saja, sejak Har membuat laporan hingga saat ini, Kamis (9/6/2022), polisi tidak memberikan kabar lagi terkait tindaklanjut proses penanganan kasus tersebeut. Akhirnya, Har hanya bisa pasrah.

“Saya sudah pasrah. Harapan saya, kalau dimediakan (diberitakan, red), ada sikap kehati-hatian masyarakat terhadap tindak-tanduk pelaku Er ini. Supaya tidak jadi korbannya lagi. Jadi saya imbau hati-hati jika berjumpa dengan orang seperti Er ini,” ungkapnya. (msa)

Diduga karena tergiur keuntungan berlipat ganda dan sebuah motor merek Honda PCX,  seorang warga Karimun berani memberikan suntikan modal kepada pengusaha kuliner berinisial EB.

Tak tanggung-tanggung, Korban bernama Harry mengaku mengalami kerugian sebesar Rp.130 juta.

Awalnya, Harry mengaku tergiur saat mendapatkan penawaran berinvestasi modal usaha sebesar Rp 2.500.000,- dintempat EB dan akan mendapatkan keuntungan sebesar Rp 3.800.000 hanya dalam hitungan tiga hari.

“Saya dijanjikan akan menerima keuntungan bersih sebesar 3.800.000 dalam waktu 3 hari, dan pada hari yang di janjikan keuntungan itu tak kunjung diberikan dengan alasan nama usaha, katanya pembayaran  terlambat 1 atau 2 minggu itu biasa,” katanya.

Lanjut Harry, EB yang merupakan pemilik bisnis kuliner Rajanya Sup Tulang itu malah meminta suntikan dana lagi dengan dalih mendapat oderan dari beberapa Intansi Pemerintah, Perkantoran Perbankkan dan untuk biaya sewa ruko yang baru.

EB kembali meminta pinjaman modal sebesar Rp 81Juta. Dan untuk meyakinkan Harry, EB mengiming-imingi Harry dengan sebuah motor merek Honda PCX.

“Total kerugian yang saya alami sebesar Rp 130 juta dan dia juga menjanjikan Honda PCX yang baru kepada saya,” ujarnya

Harry juga menambahkan kejadian penipuan investasi kuliner ini sudah dilaporkan ke Polres Karimun dan diterima pihak Reskrim.

“Saya buat laporan ke Polres Karimun pada Bulan April 2022,” tambahnya

Kantor Berita  Owntalk telah menghubungi Kanit Reskrim Polres Karimun, AIPTU Andi Susilo melalui platform media Whatsapp untuk mengkonfirmasi terkait masalah penipuan itu.

Andi mengaku bahwa kasus ini dalam proses lidik petugas. Pihaknya telah memeriksa Harry sebagai pelapor.

Langkah selanjutnya, Polres Karimun juga sedang mengumpulkan saksi-saksi terkait aksi dugaan penipuan ini, diketahui, perjanjian kedua belah pihak telah disepakati dihadapan notaris.

Sementara itu, petugas juga melaporkan bahwa saat mendatangi EB di kediamannya, EB tak pernah ada.

Owntalk sendiri telah berupaya dan sulit untuk menghubungi EB dalam rangka mengkonfirmasi berita ini. (Koko)S