Karimun, Lendoot.com – Bea Cukai Kepri, Bareskrim Polri dan Lantamal IV menggagalkan upaya penyelundupan sebanyak 237.305 ekor benih bening lobster di Perairan Berakit, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau pada, Senin (14/10/2024).
Ini terungkap saat konferensi pers yang disampaikan Kepala Kantor Wilayah DJBC Khusus Kepri Adhang Noegroho Adhi, Kamis (17/10/2024).
Tampak hadir dalam acara itu tersebut, Direktur Tindak Pidana Tertentu Mabes Polri Brigjend Pol Nunung Saefudin, Wakil Komandan Lantamal IV Kolonel Laut (P) Ketut Budiantara dan Kapolres Karimun AKBP Robby Topan Manusiwa.
Adhang Noegroho Adhi mengatakan, sebanyak 46 box benih lobster diamankan dari High Speed Craft (HSC) atau kapal hantu bermesin 4×200 pk. Sayangnya, pelakunya tidak dapat ditangkap alias kabur melarikan diri sebelum ditangkap petugas.
“Benih lobster senilai Rp 23,8 miliar berasal dari Indonesia akan diselundupkan ke Malaysia,” ujar Kepala Kantor Wilayah DJBC Khusus Kepri Adhang Noegroho Adhi, Kamis 17 Oktober 2024.
Dikatakannya, kurang lebih tiga jam, tim yang tergabung dalam Operasi Jaring Sriwijaya melakukan pengejaran kapal yang membawa benih lobster.
“Saat tim menghampiri HSC yang telah dikandaskan di Perairan Tanjung Berakit, Bintan, pelaku sudah melarikan diri,” ucap Adhang.
Modus yang digunakan oleh para penyelundup benih lobster puluhan miliar tersebut telah berubah, yang pada mulanya sering dilakukan di malam hari, saat ini di siang hari.
Adhang menambahkan, timnya sudah mengantisipasi perubahan modus tersebut dengan selalu melakukan patroli rutin, patroli gabungan bersama, serta tindakan pengawasan lainnnya.
“Penindakan 237.305 ekor benih lobster senilai Rp 23,8 miliar ini tidak lepas dari sinergi yang selama ini telah terjalin dengan baik,” ungkapnya.
Dua hari sebelum konferensi pers, Selasa (15/10/2024), benih lobster yang diamankan telah dilepasliarkan di Perairan Anak Kenipan Batu, Kabupaten Karimun.
Penyelundupan BBL tersebut diduga melanggar Undang-Undang RI tentang Perikanan serta Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan. (msa)




