Banjir Ancam Merusak Jalan Ratusan Miliar Uang Rakyat! Warga Sebut Dinas PUPR-nya Tak Becus Menata Kota

Banjir Rusak Proyek Jalan Ratusan Miliar, Warga: Dinas PUPR-nya Tak Becus Menata Kota

Karimun, Lendoot.com – Persoalan banjir ramai dibicarakan bahkan seolah menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Nyatanya, setelah hujan reda dan banjir tak ada lagi, pemerintah daerah seperti asyik dengan dunianya sendiri.

Demikian diungkapkan seorang warga Pelipit, Wijaya. “Asyik sibuk setelah banjir datang. Banjir hilang, mereka kembali ke dunia lagi. Urus perutnya sendiri,” ujar Wijaya, Sabtu (25/6/2022).

Masalah banjir sebenarnya bukan hanya warga yang jadi korbannya. Aset pemerintah daerah dan pusat yang dibangun dengan anggaran miliaran rupiah berpotensi menguap.

Pasalnya,  infrastruktur seperti jalan yang dibangun dengan uang rakyat miliaran rupiah itu sangat rentan rusak akibat genangan air banjir.

Sebut saja, jalan yang baru saja dibangun di Sei Ayam dengan anggaran lebih dari Rp1 Miliar seperti tidak ada artinya ketika hujan datang.

Jalan yang tidak dilengkapi dengan drainase yang memadai membuat jalan tergenang air ketika hujan. Ini berpotensi merusak aspal dengan lebih cepat.

“Nanti kalau rusak kan dapat dianggarkan lagi. Dapat duit. Masyarakat cuma disuruh menonton mereka menghabiskan anggaran miliaran uang rakyat itu,” ujar warga lainnya, Sumi.

Sebenarnya keluhan Warga Sei Ayam atas banjir yang dialami karena limpahan air hujan dari Perumahan Bukit Indah,  sudah mendapat respon pemerintah daerah, dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruan (PUPR) Karimun.

Hanya saja,  Dinas PUPR yang turun  itu bukan mereka yang bisa menentukan kebijakan. Mereka hanya suruhan Kepala Dinas PUPR Cahyo Prayitno yang mendatangi lokasi titik penyebab banjir di dekat Simpang Lampu  Merah Sei Ayam.

Dari pantauan Lendoot.com, beberapa titik ruas jalan yang dibangun pemerintah daerah banyak yang tergenang banjir. Seperti di Pelipit, Sei Ayam.

Bahkan jalan protokol Jalan Jenderal Soedirman Poros, aspalnya sudah retak, bahkan yang tercabut. Penyebab besarnya karena genangan air dan tidak sesuai dengan spesifikasinya waktu pengerjaan.

Sementara itu, Cahyo Prayitno yang coba dihubungi melalui orang dekatnya tidak meresponse terkait tudingan dan keluhan masyarakat tersebut. (msa)