Karimun, Lendoot.com – Sebanyak 83 Santri dan Santriawan Pondok Pesantren (Ponpes) Hidayatullah, yang keracunan dipastikan usai memakan ayam kecap.

Hal ini dikatakan Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun Rachmadi melalui hasil Uji Laboratorium yang dilakukan tim Survailans Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun, Kamis (19/12/2019).

“Hasil Pemeriksaan Laboratorium, sampel yang diambil pada kasus keracunan pangan ini adalah sebanyak 3 macam yaitu nasi putih, ayam kecap dan air bersih. Sedangkan air bersih 2 sampel dan muntahan 1 sampel,” kata Rachmadi.

Rachmadi menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan sampel di laboratorium BTKL PP Kelas I Batam makanan tersebut tercemar bakteri Staphylococcus sp dan E coli  yaitu pada ayam kecap.

Escherichia coli atau sering disebut dengan nama E. coli ini sejenis bakteri yang umum ditemukan di dalam usus manusia yang sehat. Bakteri E. coli sendiri terdapat beberapa jenis dan tidak berbahaya. Meski demikian bisa menyebabkan keracunan makanan dan infeksi yang cukup serius.

“Beberapa galur bakteri E. coli bisa menghasilkan racun yang cukup berbahaya dan bisa menyebabkan kondisi serius. Salah satunya adalah galur bakteri E. coli 0157 sebagai jenis yang bisa membahayakan tubuh, seperti mengakibatkan diare bercampur darah, kram perut, dan muntah-muntah,” jelasnya.

Rachmadi menambahkan, adapun faktor keracunan tersebut adalah makanan yang telah terkontaminasi dengan tangan, menyiapkan makanan berjam-jam sebelum dihidangkan serta bersentuhan dengan bahan mentah atau peralatan yang terkontaminasi (misalnya alas pemotong).

“Dari penyelidikan epidemilogi dapat diketahui bahwa makanan dimasak di Perum Griya Praja pada sekitar pukul 08.00 WIB. Pada Jam 17.00 makanan dibawa ke Pesantren Hidayatullah. Jam 18.20 dan 19. 30 WIB ¬†baru disantap.

“Makanan sudah terkontaminasi oleh bakteri karena jarak waktu pengolahan makanan dengan waktu menyantap makanan lebih dari 6 jam. Selain itu pada saat pengemasan, makanan dalam posisi terbuka sehingga besar kemungkinan tercemar,” tambahnya.

Diketahui sebelumnya, dari 167 santri ponpes Hidayatullah yang memakan makanan tersebut 83 diantara terkena racun dan langsung dilarikan ke Puskesmas Tanjungbalai, Puskesmas Meral Barat dan RSUD Muhammad Sani untuk mendapat perawatan medis.

Dari observasi yang dilakukan dapat diketahui mana penderita yang perlu dirawat jalan dan rawat inap. Dari 83 orang yang diobservasi 29 diantaranya dirujuk ke RSUD Muhammad Sani (11 rawat inap) dan 6 orang dirawat di Puskesmas Tanjungbalai. (riandi)