Karimun – Menjawab keluhan masyarakat dan 26.698 pelaku UMKM terkait kelangkaan LPG 3 Kg, Bupati Karimun Ing. H. Iskandarsyah membeberkan akar masalah sekaligus menyiapkan solusi permanen dalam Rapat Koordinasi Distribusi LPG 3 Kg, Selasa (27/10/2026).
Bupati menegaskan, kelangkaan ini bukan disebabkan kuota yang kurang—realisasi telah mencapai 5.465 MT dari target 6.617 MT—melainkan akibat 29.110 tabung rusak (afkir) yang menumpuk di gudang agen serta hambatan birokrasi kepabeanan antar-pulau. Kondisi ini memangkas frekuensi pengiriman kapal ke wilayah seperti Pulau Kundur dari 5 kali menjadi 2–3 kali seminggu.
Guna mengatasi krisis tersebut, Bupati Iskandarsyah menginstruksikan dua langkah strategis:
Pembangunan Bengkel Pemeliharaan Tabung (BPT) di Karimun: Agar perbaikan tabung rusak dilakukan secara lokal tanpa perlu dikirim ke Batam atau Tanjung Uban.
Fasilitas “Jalur Hijau” Kepabeanan: Berkoordinasi dengan Bea Cukai dan Pertamina di zona FTZ agar lalu lintas tabung kosong tidak tertahan regulasi, sehingga memangkas waktu tunggu hingga 80 persen.
Sebagai penanganan jangka pendek, Pertamina Patra Niaga dan agen diminta mempercepat perbaikan 5.000–7.500 tabung per bulan serta menambah armada kapal pengangkut.
Masyarakat diimbau tetap tenang, tidak panic buying, dan segera melaporkan jika menemukan indikasi penimbunan atau penjualan di atas HET. (msa)



