Akibat Cuaca Buruk, Harga Cabai Merah di Karimun Tembus Rp80 Ribu per Kg

Selain tensi politik dalam negeri, Perang Rusia-Ukraina yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda telah lebih dahulu mempengaruhi harga pangan. Ini karena negara pemasok memilih menutup keran ekspor. Oleh karena itu pasokan pangan harus benar-benar dijaga, demi stabilitas harga di pasar. Terpantau harga sejumlah komoditas pangan, seperti cabai rawit merah, cabai merah keriting, dan telur berangsur turun dan relatif stabil.

 Karimun, Lendoot.com – Menjelang tahun baru 2023, kenaikan harga kebutuhan masyarakat mengalami kenaikan signifikan di Kabupaten Karimun, salah satunya harga cabe merah.

Kenaikan harga sayuran, seperti cabai merah sudah terjadi sejak sepekan lalu, ketika menjelang Natal 2022.

Seperti harga cabai per 29 Desember 2022, sudah mencapai Rp80 ribu per kilogram (Kg), padahal sepekan sebelumnya masih berkisar Rp30 sampai Rp40 ribu per Kg.

 “Sekarang sudah Rp80 ribu per Kg, bang,” kata Nanang seorang pedagang di Pasar Puan Maimun, Kamis (29/12/2022).  

Selain sayuran cabai harga kebutuhan bahan pokok lainnya juga mengalami kenaikan, hanya saja tidak terlalu signifikan, seperti halnya cabai merah.

Kenaikan harga ini, kata Nanang, disebabkan pasokan yang berkurang. Diduga kuat karena cuaca ekstrem dan buruk akhir-akhir ini membuat panen di daerah penghasil berkurang.

“Memang pasokannya berkurang, jadi lebih mahal. Cuaca memang buruk, jadi hasil panen di daerah penghasil berkurang,” ungkapnya. (msa)