Agar Ada Kepastian Hukum, Dua Kelurahan di Lingga Usul Ada Aturan Nelayan Tangkap dan Kelong Pukat ke DKP Kepri

Lingga, Lendoot.com – Agar ke depan masyarakat nelayan akan lebih aman dalam melakukan pekerjaannya  di sektor kelautan dan perikanan, maka adanya kepastian hukum sangat diharapkan.

Warga nelayan di Kelurahan Dabo Lama dan Kelurahan Dabo melakukan koordinasi serta konsultasi ke Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepri untuk mewujudkan harapannya itu.

Lurah Dabo Lama, Harie Kurniawan mengatakan, kunjungannya ke DKP Provinsi Kepri tersebut terkait usulan nelayan tangkap dan kelong pukat di Kabupaten Lingga.

“Dimana pihak DKP Provinsi Kepri memberikan gambaran kedepannya insyallah akan di usulkan ke Gubernur Kepri agar adanya peraturan tentang nelayan tangkap yang di Kabupaten Lingga mengenai kelong pukat,” kata Harie.

 “Jika mereka sudah bisa melaksanakan usaha tersebut dengan baik dan benar sesuai regulasi dan aturan yang ada, maka bisa dipastikan ekonomi masyarakat kita akan bangkit ke arah yang lebih baik,” ujarnya.

Harie berharap kedepannya Dinas Kelautan Provinsi Kepri akan memberikan bantuan kepada kedua kelurahan baik Dabo Lama maupun Dabo.

“Agar nelayan tangkap yang ada di Kelurahan Dabo Lama dengan jumlah 76 orang yang terdata itu yang terbagi dari bidang kelong, bubu, pukat dan jaring dapat merasakan bantuan tersebut. Agar kedepan nelayan di kelurahan Dabo Lama akan terus berkembang ke arah yang positif,” harapnya.

Sementara itu, Kabid Perikanan Tangkap DKP Provinsi Kepri, Mufril Akhyar mengatakan, kedepan akan di usahakan adanya suatu peraturan dari pihak provinsi tentang nelayan tangkap.

“Sehingga dapat membantu masyarakat khususnya nelayan yang ada di Kabupaten Lingga agar membuat perekonomian tumbuh ke arah yg lebih baik,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Lurah Dabo Lama dan Lurah Dabo juga mempromosikan Batik Lingga yang kebetulan dapat hadir di Kantor Gubernur Kepri.

“Dan mendapatkan kesan positif karena kita mulai merasa bangga dalam setiap waktu dan kesempatan formil untuk menggunakan batik lingga,” tutupnya. (des)