Cinta Dua Sejoli Bertaut di Laut Lingga, Resmi Menikah di Atas Kapal Lentera

Dua sejoli yang menikah di atas kapal Lentera milik Kemenag Lingga, Kamis lalu. (ft wandi)

Lingga – Laut biru yang tenang di perairan Kampung Tajur Biru, Desa Tajur Biru, Kecamatan Temiang Pesisir, Kabupaten Lingga, menjadi saksi momen istimewa yang jarang terjadi. Dua pasangan pengantin melangsungkan akad nikah di atas Kapal Lantera milik Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lingga yang tengah menjalankan pelayanan keagamaan bagi masyarakat pesisir.

Prosesi akad nikah yang berlangsung di atas kapal tersebut sontak menarik perhatian warga. Masyarakat berbondong-bondong menyaksikan momen sakral yang berlangsung di tengah laut, menghadirkan suasana haru sekaligus kebahagiaan bagi kedua mempelai dan keluarga.

Pasangan pertama yang mengucapkan ijab kabul adalah Afrizal dan Dayu dengan saksi Rustam dan Subuh. Tak lama kemudian, pasangan Rudi dan Asih Sulastri juga resmi mengikat janji suci pernikahan dengan saksi Suhari Jumadi dan Kahar.

Seluruh prosesi akad nikah dipimpin langsung oleh Kepala KUA Kecamatan Senayang, Muhammad Aprianto. Meski dilaksanakan di atas kapal yang berlayar di wilayah pesisir, seluruh rangkaian pernikahan tetap berjalan khidmat dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Aprianto menjelaskan, layanan akad nikah di atas kapal merupakan bagian dari program Lantera (Layanan Terapung) yang digagas Kementerian Agama untuk menjangkau masyarakat di wilayah pesisir dan kepulauan yang jauh dari pusat pelayanan.

“Melalui program Lantera, kami ingin memastikan masyarakat tetap mendapatkan layanan keagamaan dengan mudah tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke pusat layanan,” ujar Aprianto, Kamis (11/6/2026) kemarin.

Ia menegaskan seluruh layanan pernikahan melalui program tersebut diberikan secara gratis. Masyarakat hanya perlu melengkapi persyaratan administrasi sesuai ketentuan yang berlaku.

“Termasuk layanan pencatatan nikah yang menjadi kebutuhan penting masyarakat. Semua kami fasilitasi tanpa biaya,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Tim Lantera Kemenag Kabupaten Lingga, Abdurokhman, mengatakan bahwa akad nikah di atas kapal menjadi bukti nyata kehadiran negara hingga ke wilayah-wilayah terpencil.

“Biasanya masyarakat yang datang ke kantor pelayanan. Namun melalui Lantera, justru negara yang berlayar mendatangi masyarakat. Ini bentuk komitmen kami untuk memudahkan warga dalam memperoleh layanan keagamaan,” katanya.

Usai mengucapkan ijab kabul, kedua pasangan langsung menerima dokumen pernikahan yang telah diproses oleh petugas. Kebahagiaan terpancar dari wajah para pengantin yang kini resmi memulai kehidupan baru sebagai pasangan suami istri.

Momen unik tersebut menjadi salah satu kisah berkesan dalam pelaksanaan Program Lantera Tahap II Tahun 2026. Di tengah hamparan laut dan semilir angin pesisir Lingga, cinta menemukan pelabuhannya, membuktikan bahwa akad suci dapat berlangsung di mana saja, bahkan di atas kapal yang tengah mengarungi lautan. (wan)