Karimun – Wakil Bupati Karimun, Rocky Marciano Bawole, S.Sos., menghadiri puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) ke-80 yang berlangsung khidmat di Gedung Nasional, Sabtu (25/4/2026).
Acara ini turut dihadiri oleh Ketua PW Muslimat NU Kepri, Hj. Marlin Agustina, beserta jajaran pengurus, tokoh agama, dan ratusan kader Muslimat NU se-Kabupaten Karimun.
Apresiasi Atas Kontribusi Nyata bagi Daerah
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Rocky Marciano Bawole menyampaikan apresiasi mendalam terhadap dedikasi Muslimat NU yang selama delapan dekade konsisten menjadi mitra strategis pemerintah. Ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan di Bumi Berazam tidak lepas dari peran aktif organisasi keagamaan.
“Pemerintah daerah sangat menghargai kontribusi nyata Muslimat NU yang selama ini bergerak di garda terdepan bidang sosial, pendidikan, dan keagamaan. Sinergi yang kuat antara pemerintah dan organisasi keagamaan adalah kunci utama dalam menciptakan masyarakat Karimun yang sejahtera, religius, dan harmonis,” ujar Rocky.
Rangkaian Kegiatan: Dari Spiritual hingga Ekonomi
Peringatan Harlah ke-80 ini diisi dengan berbagai kegiatan produktif yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat, di antaranya:
Istigasah dan Doa Bersama: Sebagai wujud rasa syukur sekaligus permohonan keberkahan bagi kemajuan Kabupaten Karimun.
Pemberdayaan Ekonomi: Pelaksanaan bazar dan pasar murah guna membantu meringankan beban ekonomi rumah tangga.
Aksi Kemanusiaan: Bakti sosial berupa donor darah serta penyerahan tali asih bagi para lansia yang berasal dari empat kecamatan, yakni Meral, Tebing, Meral Barat, dan Karimun.
Ketahanan Keluarga di Tengah Dinamika Global
Senada dengan Wakil Bupati, Ketua PW Muslimat NU Kepri, Hj. Marlin Agustina, turut menekankan pentingnya peran ibu-ibu Muslimat NU sebagai pilar ketahanan keluarga. Ia mengingatkan bahwa penguatan ekonomi dari sektor rumah tangga sangat krusial dalam menghadapi dinamika ekonomi global saat ini.
Pemerintah Kabupaten Karimun berharap momentum Harlah ke-80 ini tidak hanya menjadi seremoni semata, tetapi menjadi titik balik penguatan kolaborasi yang lebih inklusif. Visi pembangunan daerah yang religius dan sejahtera diharapkan dapat terwujud melalui tangan-tangan dingin para ibu yang tergabung dalam Muslimat NU. (*/rsd)



