Gudang Material Perumahan di Alur Jongkong Karimun Terbakar, Api Nyaris Merambat ke Permukiman

Petegas Pemadam Kebakaran dari BPBD Karimun saat memadamkan api gudang material bangunan di Alur Jongkong, pagi tadi. (Ft ricky)

Karimun – Sebuah gudang penyimpanan material bangunan milik pengembang perumahan PT Sinar Suman Priyanto ludes dilalap si jago merah, Minggu (8/2/2026). Peristiwa ini terjadi di kawasan Alur Jongkong, Kelurahan Harjosari, Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun.

Insiden yang terjadi sekitar pukul 12.05 WIB tersebut sempat memicu kepanikan luar biasa di kalangan warga sekitar. Pasalnya, lokasi gudang yang terbakar berada sangat dekat dengan area permukiman padat penduduk.

Mendapat laporan dari warga, Bidang Penyelamatan dan Pemadam Kebakaran BPBD Kabupaten Karimun langsung menerjunkan dua unit armada ke lokasi, yakni Unit MPK 03 dan Unit Supply dari PUPR.

Kabid Penyelamatan dan Pemadam Kebakaran BPBD Karimun, Hendra Hidayat, menjelaskan bahwa petugas bergerak cepat melakukan lokalisir api agar tidak menjangkau bangunan di sekitarnya.

“Proses pemadaman berlangsung sekitar 30 menit. Beruntung laporan masyarakat sangat cepat, sehingga api berhasil kami kendalikan tepat sebelum merambat ke rumah-rumah warga yang tepat berada di sebelah gudang,” ujar Hendra di lokasi kejadian.

Hendra menambahkan, kondisi gudang yang berisi material bangunan yang mudah terbakar membuat api sempat berkobar hebat. Jika terlambat ditangani, perambatan api dipastikan akan sulit dikendalikan akibat faktor isi gudang dan tiupan angin.

Meskipun gudang beserta isinya hangus, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Kerugian materiil juga dilaporkan masih dalam skala yang dapat ditangani.

Mengingat kondisi cuaca di Karimun yang saat ini cukup ekstrem—panas terik disertai angin kencang—pihak Damkar mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra.

“Kami ingatkan warga agar sangat berhati-hati. Dalam kondisi cuaca panas dan berangin seperti sekarang, jangan sekali-kali membuka lahan dengan cara dibakar karena risikonya sangat besar,” tegas Hendra.

Pihak BPBD dan Damkar Kabupaten Karimun menyatakan tetap bersiaga 24 jam untuk melayani masyarakat. Warga diminta segera melapor melalui jalur darurat jika melihat titik api atau situasi membahayakan lainnya di lingkungan masing-masing. (rko)