Kepala Desa Sanglar Dilaporkan ke Polisi terkait Dugaan Korupsi Dana Desa

Ketua Barikade Aktivis 98 Kepri, Rahmat Kurniawan beserta lima warga Desa Sanglar saat membuat aduan ke Polres Karimun, siang tadi. (ft sunar)

Karimun, Lendoot.com – Diduga telah melakukan penyalahgunaan dana desa, Kepala Desa Sanglar Kecamatan Durai Kabupaten Karimun dilaporkan warga ke Polres Karimun, Kamis (25/4/2024).

Lima warga Desa Sanglar didampingi Ketua Barikade Aktivis 98 Kepri Rahmat Kurniawan  atau kerap disapa Iwan itu mengatakan, laporan tersebut terkait adanya dugaan tindak pidana korupsi dan penyalahgunaan wewenang serta ketidaktransparan atas penggunaan dana desa tahun 2022 hingga 2023.

Ini diduga terjadi diduga pada masa jabatan Kades Sanglar periode sebelumnya dan juga diduga yang dilakukan Kades Sanglar yang baru sekarang menjabat.

“Ada indikasi penggunaan dana fiktif serta pemborosan anggaran, rinciannya ada enam belas item dugaannya yang kami laporkan ke pihak Polres Karimun,” katanya seperti lendoot.com kutip dari sijoritoday.

Terkait aduan ini, kata Iwan, pihaknya sebelumnya kami sudah memberitahukan terlebih dulu kepada Bupati Karimun Anur Rafiq.

“Secara lisan kita sudah beritahukan kepada Beliau, bahwa kita akan melaporkan dugaan ini ke Polres Karimun,” ujarnya.

Atas pengaduannya, Iwan meminta kepada pihak Kepolisian agar lebih tajam memeriksa tindakan kesewenang wenangan atas penggunaan dana desa.

Ia menyebut dugaan tidak transparannya penggunaan yang dilakukan Kades Sanglar itu, salah satu di antaranya tidak adanya publikasi hasil pembangunan yang dibiayai dari dana desa.

“Agar warga tahu capaian hasil pembangunan yang dibiayai dana desa, ya seharusnya dipublikasikan,” pungkasnya.

Menanggapi adanya laporan dari warganya, Kades Sanglar Kecamatan Durai, Zulkifli AS mengaku tidak mengetahui laporan itu.

“Tahun 2022, saya belum menjabat, mereka yang melaporkn harus berani bertanggung jawab,” ujarnya.

Zulkifli menambahkan, ia akan melaporkan balik jika laporan warganya itu tidak terbukti.

“Kita harus hati hati, pak (wartawan, red) jika ada laporan mereka kalau saya korupsi, jika tak terbukti, tetap saya usut. Saya tak mau tahu siapa beking mereka,” pungkas Zulkifli. (*/rsd)