Prospek sektor Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) pascapandemi Covid-19 di Indonesia cukup besar peluangnya.
Untuk itu, pemerintah menyiapkan kemudahan izin untuk penyelenggaraan konser musik, seni, budaya, olahraga, maupun kegiatan ekonomi kreatif lainnya potensial menciptakan pergerakan ekonomi hingga Rp170 triliun.
Presiden Joko Widodo, seperti disampaikan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno, menginginkan adanya digitalisasi yang mengintegrasikan seluruh perizinan MICE.
“Selama ini masih dilakukan secara manual dengan target untuk izin prinsip sehingga proses perizinan menjadi lebih mudah,” jelas Sandiaga Uno seperti dikutip dari indonesia.go.id, Sabtu (4/3/2023).
Sandi Uno mengatakan bahwa target Presiden Jokowi bahwa izin maksimal dikeluarkan 45 hari sebelum acara berlangsung dengan target acara besar izin prinsip bisa diberikan enam bulan sebelumnya. Adapun untuk izin teknis atau izin yang lebih detail, dari tiga bulan sebelumnya.
Pemerintah akan mengintegrasikan semua perizinan baik dari level pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dan lintas kementerian atua lembaga, termasuk juga dari Polri. Segala jalur perizinan akan dibuat terstandardisasi dan terdigitalisasi.
Perubahan standardisasi izin tentunya akan memudahkan 3.000 penyelenggaraan acara yang akan digelar pada 2023 ini, sehingga bisa memberikan dampak positif ke perekonomian nasional.
Hasil survei Indonesia Event Industry Council (IVENDO) menyebutkan, setelah pandemi Covid-19 melandai, gelaran acara yang dilaksanakan oleh 130 anggota IVENDO menyumbangkan nilai ekonomi sebesar Rp423 miliar. Nilai ekonomi dari gelaran itu relatif masih kecil dibandingkan sebelum pandemi yang mencapai Rp164 triliun per tahun.
Salah satu pasar yang diincar Indonesia dalam industri MICE ini adalah Tiongkok. Mengingat Tiongkok sudah membuka kembali perbatasannya pascapandemi.
Kebijakan pelonggaran perbatasan oleh Tiongkok itu memberi peluang untuk peningkatan angka outbound traveler dari Tiongkok pada 2023.
“Seperti pasar Tiongkok yang kita targetkan adalah 255.300 orang pada target batas atas, dan sektor MICE menyumbang sekitar 25 persen dari target tersebut. Kami akan bekerja dengan stakeholder terkait untuk memastikan pasar Tiongkok, di mana kami menargetkan kedatangan wisatawan bisnis dari lima kota industri terbesar, yaitu Beijing, Shanghai, Kuan Chun, Shenzhen, dan Hongkong,” kata Menparekraf.
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif juga akan bekerja sama dengan maskapai penerbangan untuk meningkatkan jumlah penerbangan antara Indonesia dan Tiongkok, baik secara reguler maupun charter flight, dari kota-kota di Tiongkok yang belum dilayani oleh penerbangan regular.
MICE terbukti menghasilkan multidampak besar, tidak hanya menarik wisatawan mau masuk ke Indonesia. Ini dialami Indonesia selaku tuan rumah Presidensi G20 2022. Sepanjang tahun lalu, terdapat 438 aktivitas terkait Presidensi G20 di 25 kabupaten/kota dan dihadiri oleh sekitar 20.000 anggota delegasi.
Total penyerapan tenaga kerja mencapai 33.000 orang. Mereka sudah termasuk petugas dari sisi transportasi dan pekerja sektor UMKM yang mendukung kebutuhan penyelenggaraan kegiatan Presidensi G20. Nilai kontribusi terhadap produk domestik bruto sebesar Rp7,4 triliun atau USD533 juta.
Saat ini, pemerintah secara agresif mengincar MICE berskala internasional untuk mengejar ketinggalan pemulihan industri pariwisata yang terpuruk sejak 2020. MICE sebagai bagian dari ekonomi kreatif adalah pengungkit utama dari industri kreatif nasional. (*/mrj)




