Korban Berjatuhan, Gubernur Ansar Minta Tersangka Penyalur PMI Ilegal Dihukum Berat

ADVETORIAL

Puluhan anak bangsa Indonesia tenggelam dan meninggal di Perairan Malaysia, beberapa waktu lalu.

Korban merupakan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang dikirim secara ilegal. Pihak kepolisian telah menetapkan empat tersangka.

Peristiwa menyedihkan itu menggugah hati Gubernur Kepri, Ansar Ahmad. Ia minta, pihak berwenang menjerat pelaku dengan hukuman yang berat.

Gubernur Ansar Ahmad turut berbelasungkawa atas korban yang meninggal dan yang dinyatakan hilang.

“Kita turut berbelasungkawa dan kepada keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Kita berharap korban yang hilang segera ditemukan, “ ucap Ansar Ahmad.

Dengan penuh peduli Ansar Ahmad merasa sedih atas peristiwa menimpa anak bangsa.

“Bayangkan saja, mereka semua berangkat dengan penuh pengharapan, begitu juga keluarga yang ditinggalkan, “ ucap Ansar Ahmad.

Tapi imbuhmya justru pulang-pulang tinggal nama. Bagi siapapun yang punya hati nurani, kasus ini memilukan sekali.

“Maka saya minta agar siapa saja yang terlibat dihukum seberat-beratnya untuk memberikan erek jera,” tegas Gubernur.

Mantan Bupati Bintan ini juga meminta agar para pelaku dihukum seberat-beratnya karena telah mengambil keuntungan pribadi.

Apalagi katanya kasus ini secara tidak langsung telah melibatkan wilayah Kepulauan Riau.

Mantan anggota komisi V DPR RI ini juga berkeyakinan jika kasus human traficking seperti ini merupakan sindikat dengan jaringan yang luas.

Oleh sebab itu, Ansar Ahmad memohon agar aparat penegak hukum terus mengerjar pelaku-pelaku yang lainnya.

“Terima Kasih kepada aparat yang sudah bertindak cepat. Kita berharap pelaku-pelaku yang lainnya segera ditangkap. Dan kedepannya kasus-kasus seperti ini tidak terjadi lagi,” harapnya.

Terakhir Gubernur berharap agar para aparat juga lebih intens lagi melakukan patroli, guna mencegah agar hal serupa tidak terjadi lagi.

“Terus tingkatkan partoli dalam rangka pencegahan tindakan serupa, agar jangan sampai terjadi lagi,” pintanya.

Peristiwa itu menewaskan 21 orang PMI ilegal. Diperkirakan 30 orang lainnya masih dinyatakan hilang dan 13 orang ditahan otoritas Malaysia. (***)