Karimun, Lendoot.com – Pesawat Wings Air jenis ATR 72-500-600 rute Batam – Karimun melakukan uji coba pendaratan di Bandara Raja Haji Abdullah (RHA) Tanjungbalai Karimun, Kamis (23/5/2019) sekitar pukul 13.45 WIB.

Pendaratan perdana pesawat Wings Air merupakan uji coba prosedur tetap (Protrap) Bandara RHA dari maskapai anak perusahaan Lion Air group. Pasalnya, secara teknis dari Kementerian Perhubungan sudah melakukan audit perfoma dan hasilnya baik dan layak.

Kepala Bandara RHA Tanjungbalai Karimun, Fanani Zuhri menambahkan, uji coba pendaratan awal ini pihaknya membawa tim Operasional, Safety dan Marketing yang akan tinggal di Karimun selama tiga hari melakukan survei ke masyarakat, set-up sistem tiketing dan online kemudian merancang prosedur pelayanan di darat serta merangkul pengusaha.

“Pendaratan uji coba ini, pesawat membawa tim, mulai dari operasional safety dan marketing untuk tinggal di Karimun selama tiga hari. Mereka akan melakukan survei ke masyarakat, set-up sistem tiketing dan online kemudian juga merancang prosedur pelayanan serta merangkul mulai dari hotel, travel agen maupun kegiatan bisnis lainnya,” tambahnya.

Fanani berharap, dengan pendaratan perdana ini jika pilot menyatakan bahwa Bandara RHA ini layak, makan pihaknya akan menambah tim operasional dan marketing untuk mempercepat laporan.

“Jilot mengatakan bandara ini layak, tim operasional dan marketing akan ditambah agar dalam waktu dekat laporan akan komplit dan nanti pihak maskapai akan menentukan operasi terbangnya. Saat ini untuk di stap beroperasi tanggal 12 Juni setelah lebaran, tapi jika sistem sudah siap bisa saja sebelum lebaran. Kita harapkan secepatnya lah,” ujarnya.

Sementara itu, Pilot Wings air Capt. Ferry Novar melihat untuk pendaratan di Bandara RHA ini cukup baik dan untuk fasilitas telah memenuhi syarat, hanya saja ada beberapa hal yang tidak penting dan harus ditiadakan di sekitar Bandara.

“Untuk bandarai cukup baik, fasilitas juga memenuhi persyaratan dari departemen perhubungan, hanya saja ada yang perlu ditingkatkan. Jika Pemda Karimun memiliki dana lebih, untuk area poin, pada ujung-ujung runwai dan area perbukitan kalau bisa ditiadakan,” ujarnya. (riandi)