Karimun, Lendoot.com – Tim Terpadu Penegakan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan COVID-19 Kabupaten Karimun menggelar razia di kawasan Coastal Area, Rabu (13/10/2020).

Razia tersebut merupakan tindak lanjut Peraturan Bupati Karimun nomor 49 tahun 2020. Dimana pertanggal 13 Oktober 2020, Perbup itu mulai direalisasikan.

Petugas gabungan dari Satpol PP, TNI, Polri dan Muspika Kecamatan Tebing itu tampak memberhentikannsejumlah masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan.

Mereka langsung diambil tindakan berupa pemberian sanksi denda atau membersihkan fasilitas umum. Hasilnya, 30 warga Karimun terjaring dalam razia tersebut.

Sebelum ditindak, petugas terlebih dahulu menanyakan apakah masyarakat tersebut membawa masker atau tidak. Warga yang terbukti melanggar protokol kesehatan, kemudian dengan pasrah langsung mengikuti petugas untuk mendapatkan sanksi.

Para pelanggar protokol kesehatan itu, pada umumnya tidak mengenakan masker saat beraktivitas diluar rumah. Mereka antara laun pengendara dan pengunjung Coastal Area. Bahkan, sejumlah pemuda yang sedang berolahraga juga turut terjaring dalam razia itu.

Warga yang terjaring razia oleh Tim Terpadu kemudian dibawa ke meja petugas untuk didata satu per satu nama dan identitas mereka. Kemudian warga pelanggar tersebut diminta mengenakan rompi warna oranye yang telah disiapkan Tim Terpadu.

Dalam penindakan tersebut, petugas tampak memberikan pilihan kepada pelanggar apakah akan membayar denda sebesar Rp50 ribu atau kerja sosial berupa membersihkan sampah di sekitar Tugu MTQ Coastal Area.

Pada umumnya, petugas lebih memilih untuk membersihkan sampah di tepi pantai Coastal Area tidak jauh dari lokasi razia. Kerja sosial berupa membersihkan sampah tersebut dilakukan selama kurang lebih 60 menit setiap pelanggar.

Kepala Satpol PP Karimun Tejaria mengatakan pihaknya belum bisa memastikan jumlah warga yang terjaring razia. Namun dirinya memperkirakan jumlah pelanggar protokol hari pertama itu kurang lebih 30 orang.

“Saya perkirakan jumlahnya lebih dari 30 orang, soalnya rompi khusus yang kami siapkan semua ada 30 unit, semua habis terpakai, itu pun masih ada pelanggar yang tidak kebagian,” ujar Tejaria.

Ia mengatakan, bagi pelanggar protokol kesehatan usai menjalani sanksi yang telah diberikan, selanjutnya akan diberikan pengarahan dan nasehat.

“Kami bukan mau mempermalukan saudara-saudara semua. Ini sebagai shock therapy agar ke depan lebih disiplin. Pakailah masker saat berada di luar rumah,” kata Tejaria kepada para pelanggar protokol kesehatan.

Ia mengatakan, razia serupa akan kembali digelar tim terpadu beberapa hari ke depan. Hal itu untuk mendisiplinkan masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan.

“Kita coba sebulan dulu, kalau masih belum disiplin juga, kita akan tambah lagi bulan depan,” katanya.

Sementara seorang pelanggar mengaku kaget saat mengetahui ada razia masker. Namun demikian ia tetap menjalani hukuman dengan membersihkan sampah.

“Ya mau bagaimana, saya melanggar ya harus kena sanksi,” kata seorang pria dtemui dalam razia tersebut. (rko)