Karimun, Lendoot.com- Warga RT 002 RW 008 Teluk Setimbul Kelurahan Pasir Panjang, Kecamatan Meral Barat keluhkan kondisi air yang kotor akibat aktivitas penambangan pasir di wilayah tersebut.
Aktivitas penambangan pasir itu, diketahui telah berlangsung kurang lebih satu bulan belakangan. Sejak itu, warga terpaksa harus menggunakan air kotor dan berlumpur itu untuk kebutuhan sehari- hari.
Warga RT 02 RW 08 Teluk Setimbul Sri Kasih mengatakan, penambangan pasir itu mengakibatkan air yang biasanya digunakan oleh warga sekitar menjadi keruh dan berlumpur.
Biasanya, Sri menyebutkan air di wilayah itu digunakan untuk keperluan sehari-hari, seperti mencuci dan mandi. Ditambah, daerah tempatnya itu secara geografis berdekatan dengan laut, sehingga susah untuk mendapatkan air bersih.
“Warga mengambil air disana untuk kebutuhan mandi dan mencuci. Warga harus mengendapkan air lebih dulu, baru bisa digunakan,” katanya.
Ia mengatakan, tidak mempermasalahkan jika para penambang melakukan penambangan, apalagi itu merupakan lahan miliknya. Akan tetapi, penambang harus memikirkan dampak lingkungan yang terjadi.
“Dan juga air disinikan langsung ke laut, jadi juga berpengaruh, kita kan turun menjala, itu udah pencarian kita. Tapi saat ini kondisi air ini sudah tercemar,” katanya.
Menurut Sri, keluhan juga dirasakan warga sekitar, hanya saja warga enggan untuk menyampaikan keluhan tersebut kepada perangkat desa dan bahkan kepada pengelola tambang pasir.
“Sebenarnya banyak warga komplain, tapi gak berani. Sebelumnya kita udah sampaikan ke RT juga, tapi tidak ada tanggapan. Ini udah berdampak ke pencarian kita juga, menebar jaring di belakang sana sudah susah karena dampak ini,” katanya.
Berdasarkan pantauan di lapangan, terlihat jelas bahwa aktivitas penambangan itu mencemari air sungai, di lokasi air sungai yang berlumpur itu juga, terlihat sejumlah warga sedang mengangkut air untuk kemudian dikonsumsi guna keperluan sehari-hari.
Aktivitas penambangan juga terlihat dari keluar masuknya truk pengangkut pasir di lokasi tersebut.
Penambang Siap Bendung Aliran Sungai Cegah Pencemaran
Ketua Pemuda Teluk Setimbul Rio mengungkapkan bahwa, terkait penambangan itu pihaknya telah melakukan musyawarah untuk membendung aliran sungai di lokasi tambang agar tidak mengalir ke kawasan masyarakat.
Salah satu pengelola tambang pasir di wilayah itu, Rio, menyebut jika pihaknya telah bermusyawarah untuk melakukan penimbunan agar tidak menimbulkan pencemaran terhadap air yang biasa digunakan oleh masyarakat.
“Kami sudah dari jauh hari ingin membendung, namun masih kita cek dulu. Apakah dengan melakukan pembendungan apakah ini selesai di masyarakat atau bermasalah di pemerintah.
“Di area ini juga ada warga yang bekerja manual, kalau kita bendung seolah kita arogan,” katanya ditemui di lokasi.
Ia menyebutkan, hasil musyawarah bahwa aliran tersebut memang akan dibendung, hanya saja terhambat oleh kondisi cuaca dalam beberapa hari terakhir.
“Kemarin kan hujan gak bisa. Kita sudah sewa alat berat untuk nimbun. Karena kondisi jalan makin sulit maka kita tahan dulu,” katanya.
Sementara itu, Ketua RT 02 Junaidi mengatakan, aktivitas penambangan yang dilakukan di lokasi itu hanya untuk sebagai mata pencarian warga sekitar.
“Kami bekerja di sini bukan untuk cari kaya, semata-mata untuk cari makan aja. Kalau masih diceritakan, semua yang bekerja di sini semua punya beban ini,” kata Junaidi.
Ia menyebutkan, masyarakat yang secara tradisional juga melakukan penambangan di lokasi itu hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
“Bantuan-bantuan untuk warga juga ada, Rp 5 ribu per lori (truk). Bantuan ini untuk pemuda, apabila nanti diperlukan untuk acara-acara sosial. Apabila dana itu tidak cukup, kita juga siap bantu untuk pemuda dan juga pasir untuk pembangunan rumah ibadah tetap kita bantu,” katanya. (rko)




