Karimun, Lendoot.com – Isu penganggurang masih sangat rentan di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri. Daerah dengan potensi maritim dan pariwisatanya yang menjanjikan namun di balik keindahannya isu yang perlu mendapat perhatian, pengangguran.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Karimun, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di daerah ini mengalami fluktuasi dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2021, TPT mencapai 7,20 persen, namun menunjukkan tren positif dengan penurunan pada 2022 dan Februari 2024.
Meskipun trennya mengalami penurunan, namun jumlah pengangguran di Karimun masih menjadi perhatian utama. Faktor seperti keterampilan yang tidak sesuai dengan kebutuhan pasar kerja, dan minimnya lapangan pekerjaan, serta keterbatasan akses informasi menjadi penyebab utama pengangguran di Karimun.
Pemerintah daerah Karimun terus berupaya mengatasi masalah ini melalui berbagai program, seperti; pelatihan keterampilan untuk meningkatkan daya saing angkatan kerja. Penciptaan lapangan kerja melalui sektor-sektor unggulan seperti pariwisata dan maritim. Peningkatan kualitas pendidikan untuk menghasilkan SDM yang kompeten.
Dan, menjalin kerjasama dengan pihak swasta untuk membuka peluang kerja baru.
Upaya-upaya tersebut menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk menurunkan angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Hanya saja, partisipasi aktif dari berbagai pihak, seperti masyarakat, perguruan tinggi, dan swasta, juga diperlukan untuk mencapai solusi yang berkelanjutan.
Pengembangan wirausaha dan ekonomi kreatif dapat menjadi alternatif untuk menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan masyarakat.
Dengan kerja sama dan inovasi, diharapkan tantangan pengangguran di Karimun dapat diatasi dan membuka jalan bagi masa depan yang lebih cerah bagi masyarakatnya.
Sumber informasi: karimunkab.bps.go.id




