Tim Satgas Pangan Pastikan Minyak Goreng Tersedia, Tak Tahunya Cabai yang Malah Mahal

Lendoot – Menjelang Bulan Suci Ramadan, Presiden Jokowi (Joko Widodo) meminta stok pangan bagi masyarakat Indonesia selalu tersedia. Dia meminta para menteri agar saling dukung dan melakukan check on the spot. Masalah ketersediaan pangan, kata Jokowi, sangat penting menjelang Ramadan dan Idulfitri 1444 Hijriah mendatang. Seperti pada pelaksanaan beberapa tahun lalu, pemerintah sangat memperhatikan masalah ketersediaan pangan tersebut bagi masyarakatnya. Presiden Jokowi juga memanggil pembantunya secara khusus demi mengetahui kesiapan pemerintah menghadapi Ramadan dan Idulfitri 1444 H tersebut.

Karimun, Lendoot.com – Tim Satuan Tugas (Satgas) Pangan Kabupaten Karimun gelar operasi pasar dengan sasaran ketersediaan minyak goreng, Rabu (9/3/2022) pagi.

Operasi pasar sekaligus melakukan pengecekkan terhadap ketersediaan bahan pokok di wilayah Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau menjelang Bulan Suci Ramadhan.

Kegiatan itu dipimpin Kasat Reskrim Polres Karimun AKP Arsyad Riyandi selaku Ketua Satgas Pangan Karimun. Dia mengatakan, operasi pasar ini dilaksanakan di beberapa titik lokasi di Karimun, antara lain Pasar Puan Maimun Karimun dan pasar Bukit Tembak Karimun.

“Kami melakukan pengecekkan ke sejumlah pasar di Karimun, termasuk gudang-gudang penyimpanan bahan pokok. Kegiatan ini tujuannya untuk memastikan ketersediaan aman dan tidak ada penimbunan khususnya komoditas minyak goreng,” kata AKP Arsyad, Rabu (9/3/2022).

Arsyad mengatakan, dari hasil operasi pasar oleh Satgas Pangan, ketersediaan komoditas minyak goreng masih mencukupi kebutuhan masyarakat Kabupaten Karimun.

Ketika minyak goreng cukup tersedia, hasil lainnya ternyata komoditas lain malah mengalami kenaikan signifikan. Dia menyebutkan kenaikan harga terjadi pada cabai.

“Ada beberapa naik, tapi cabai paling signifikan,” katanya.

Selanjutnya, ketersediaan minyak goreng masih terdapat sebanyak 100 ton. Jumlah itu masih mencukupi hingga beberapa waktu kedepan.

“Penjual menyebut tadi bahwa kebutuhan minyak goreng dipastikan mencukupi meski terbatas. Jadi memang bisa dipastikan tidak ada kelangkaan. Untuk harga tetap sesuai edaran yakni Rp 14 per liternya,” katanya.

Tidak hanya mengecek ketersediaan bahan pokok, kata Arsyad, pihaknya juga memastikan bahwa seluruh komoditas yang akan didistribusi masih dalam kategori layak dikonsumsi oleh masyarakat.

“Masa kedaluarsa barang-barang kebutuhan bahan pokok tadi juga sudah kita cek dan aman. Bisa dikategorikan masih aman untuk dikonsumsi masyarakat,” katanya. (rko)