Karimun – Kabar gembira menyelimuti warga tiga desa di Pulau Parit, Desa Parit, Kecamatan Selat Gelam, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau.
Mulai Senin, 14 April 2025, sebanyak 769 pelanggan di pulau terdepan ini dapat menikmati layanan listrik 24 jam penuh. PT PLN (Persero) berhasil mewujudkan energi berkeadilan bagi masyarakat setempat.
Momen bersejarah ini menjadi hadiah istimewa bagi warga Pulau Parit yang baru saja merayakan Idul Fitri 1446 H. Antusiasme masyarakat sangat terasa, karena hadirnya listrik secara menyeluruh membuka peluang lebih luas untuk berbagai aktivitas, mulai dari ekonomi, pendidikan, hingga ibadah.
Suprihatin (55), seorang warga yang mengelola warung kecil, menyambut perubahan ini dengan penuh sukacita. “Dulu kami harus buru-buru masak sebelum listrik padam. Kulkas hanya bisa nyala malam hari. Sekarang, dengan listrik 24 jam, semuanya jadi lebih mudah. Terima kasih kepada Bapak Gubernur, Bapak Bupati, dan PLN,” ungkapnya dengan wajah berseri-seri.
General Manager PLN UID Riau dan Kepulauan Riau, Khairullah, menjelaskan bahwa penyalaan listrik 24 jam ini merupakan bagian dari program nasional elektrifikasi wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal). “Kami bersyukur bisa mewujudkan harapan masyarakat Pulau Parit. Ini adalah bukti nyata bahwa PLN hadir untuk seluruh masyarakat Indonesia, tanpa terkecuali,” tegasnya.
Saat ini, beban puncak listrik di Kecamatan Selat Gelam tercatat 192 kilo Watt (kW) dengan daya mampu mencapai 320 kW, sehingga terdapat cadangan daya 128 kW. Hal ini menunjukkan kesiapan PLN dalam menyediakan layanan listrik yang andal dan berkelanjutan di Pulau Parit.
Untuk merealisasikan layanan ini, PLN telah melakukan berbagai upaya, termasuk pemeliharaan berkala pembangkit, peningkatan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) dari 25 kiloliter (kL) menjadi 35 kL, serta penambahan jumlah operator dari 3 menjadi 8 orang.
Khairullah menambahkan bahwa kehadiran listrik 24 jam tidak hanya meningkatkan kenyamanan, tetapi juga membuka peluang baru dalam bidang usaha, pendidikan, dan layanan kesehatan, yang merupakan langkah penting menuju peningkatan kualitas hidup masyarakat. Dukungan dari pemerintah daerah dan partisipasi aktif masyarakat, seperti dalam memberikan izin pemangkasan pohon yang berpotensi mengganggu jaringan listrik, juga menjadi kunci keberhasilan dan keberlanjutan layanan listrik di Pulau Parit. (msa)




