Sejarah Hari Pelanggan Nasional

Logo Harpelnas atau Hari Pelanggan Nasional. (ft wikipedia)

Hari Pelanggan Nasional berasal dari ide yang dicetuskan seorang pengusaha asal Solo Handi Irawan D, pada 2003 lalu.

Ide ini tercetus tentang upayanya mencari caranya agar perusahaan memiliki orientasi pada pelanggan dan membentuk budaya pelayanan.

Ide ini kemudian digulirkan dan diapresiasi banyak pihak sampai akhirnya diresmikan Presiden Kelima Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri pada 4 September 2003.

Dikutip dari berbagai sumber, acara peresmian Hari Pelanggan Nasional itu dihadiri sekitar 200 jajaran direktur utama berbagai perusahaan dan direktur BUMN.

Hari Pelanggan Nasional juga dirayakan lebih dari 500 perusahaan di masa kemunculannya.

Sejak diresmikan, Hari Pelanggan Nasional menjadi momen khusus bagi berbagai perusahaan untuk melakukan penawaran khusus atas produk-produk mereka kepada masyarakat.

Bahkan, pada awal perayaaan, banyak perusahaan baik swasta maupun BUMN yang antusias menyelenggarakan seremonial pada setiap 4 September. Sampai-sampai, saat itu para CEO perusahaan ikut terjun melayani pelanggan di lapangan.

Hari Pelanggan Nasional kerap dirayakan dengan diskon, bonus, promo, dan bagi-bagi bingkisan hadiah dari berbagai perusahaan. Banyak e-commerce yang juga mengadakan seremonial tertentu dengan tujuan untuk memberikan apresiasi lebih kepada pelanggan.

Di Hari Pelanggan Nasional, setiap perusahaan punya cara mereka sendiri dalam memberikan layanan ekstra pada pelanggannya. Namun yang paling penting adalah saat pimpinan seperti CEO dan BOD memberi contoh atau keteladanan dengan cara turun langsung melayani pelanggan.

Selain kegiatan di kantor perusahaan-perusahaan, Hari Pelanggan Nasional juga dikenal dengan gerakan massal yang menyatukan ratusan perusahaan dan ribuan karyawan yang bekerja di garis depan, yaitu melalui Parade Simpatik Hari Pelanggan Nasional. Tidak ketinggalan juga beberapa pimpinan perusahaan turut melayani para pelanggan di sepanjang acara berlangsung, misalnya sambil membagikan merchandise perusahaan.

Ada juga kegiatan Seminar Hari Pelanggan Nasional. Seminar ini berperan sebagai wadah untuk melengkapi keterampilan dan membentuk pola pikir pelayanan bagi para karyawan yang merupakan ujung tombak perusahaan dalam melayani pelanggan. (*/rsd)