Sayuran ini Sumbang Inflasi yang Cukup Signifikan di Kepri

Kepala Bank Indonesia Perwakilan Kepri, Suryono, saat memberikan keterangan pers di Batam, belum lama ini. (ft biperwakilankepri)

Batam, Lendoot.com – Sejumlah bahan pokok pada akhir 2023 lalu mengakami kenaikan yang cukup signifikan. Selain beras contohnya, beberapa sayuran mengalami kenaikan signifikan dan besar menyumbang inflasi di Provinsi Kepri ini.

Sayur kangkung saat ini Rp25.000 per kilogram, tomat Rp20.00 per kilogram, bawang Rp40.000 per kilogram, cabai merah Rp70.000 per kilogram.

“Sekarang gak ada yang murah, naik semua,” keluh Lina, seorang warga Batam, Kamis (4/1/2024).

Dari catatan Bank Indonesia Perwakilan Kepri, inflasi Kepri pada bulan Desember 2023 stabil dan terkendali.

Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), perkembangan Indeks Harga Konsumen (HK) gabungan 2 kota di Provinsi Kepulauan Riau mengalami inflasi sebesar 044% (mtm). Secara tahun kalender, inflasi gabungan 2 kota di Provinsi Kepulauan Riau tercatat sebesar 2,769% (ytd).

“Secara spasial, Kota Batam dan Kota Tanjungpinang mengalami inflasi masing-masing sebesar 0,48% (mtm) dan Ó,17% (mtm). Dengan demikian, secara tahunan, gabungan 2 kota di Provinsi Kepri mencatatkan inflasi sebesar 2,76% (yoy) atau berada dalam kisaran target inflasi 3,0=1%,” ungkap Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kepri, Suryono, dalam keterangan pers, kemarin.

Dijelaskan Suryono, berdasarkan kelompok pengeluaran, inflasi gabungan 2 kota di Provinsi Kepulauan Riau terutama didorong oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau.

Komoditas utama penyumbang inflasi tersebut yakni kenaikan harga bayam, bawang merah, kacang panjang, dan tomat. Selain itu, kelompok transportasi juga menyumbang andil inflasi sebesar 0,11% didorong kenaikan tarif angkutan udara akibat tingginya permintaan jelang libur Nataru.

Inflasi yang terkendali tersebut kata Suryono, merupakan hasil dari konsistensi, inovasi, dan sinergi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) baik di level provinsi maupun kabupaten dan kota se-Kepulauan Riau dalam melaksanakan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) pada bulan Desember 2023.

“TPID telah melaksanakan kegiatan pasar murah dan Gerakan Pangan Murah (GPM) serta penyaluran bahan pangan bersubsidi di berbagai Kab/Kota disertai dengan koordinasi melalui High Level Meeting (HLM) TPID yang dịpimpin oleh kepala daerah.”

“Penguatan sinergi juga telah dilakukan dengan lembaga instansi terkait untuk memastikan kelancaran distribusi pasokan yang ditandai dengan Peluncuran Mobil Pasar Keliling oleh TPID Kota Batam bersinergi dengan Asosiasi Distributor yang menjual komoditas dengan harga distributor dan menjangkau seluruh kelurahan/kecamatan,” kata Suryono.

Lebih lanjut, dalam rangka memperkuat strategi pengendalian inflasi, TPID Kepulauan Riau telah melaksanakan capacity building di tingkat kota dan kabupaten se Provinsi Kepulauan Riau.

“Ke depan, TPID akan terus mengantisipasi risiko inflasi yang meningkat melalui sinergi dan koordinasi antar lembaga instansi sesuai arahan presiden.:

“Dalam menjaga keterjangkauan harga, TPID berencana untuk menyelenggarakan kegiatan pasar murah dan GPM di berbagai daerah serta optimalisasi KAD yang sudah ada,” ungkapnya.

Untuk mengamankan ketersediaan pasokan, TPID berupaya meningkatkan produksi pangan lokal terutama beras dan cabai, mendorong dan mengoptimalkan program tanam pekarangan, serta meningkatkan produksi ikan budidaya air tawar dan air laut.

Untuk menjamin kelancaran distribusi, TPID akan terus berkoordinasi memperlancar distribusi pasokan agar stok pangan tersedia dalam jumlah yang cukup. Dari sisi komunikasi dan koordinasi, TPID akan melaksanakan capacity building dalam rangka perumusan strategi bersama untuk menghadapi tekanan inflasi ke depan.(hms)