Natuna – Upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Natuna terus digencarkan melalui sinergi antara TNI Angkatan Udara dan pemerintah daerah.
Salah satunya dengan pengerahan helikopter Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk melakukan pemadaman dari udara, Rabu (1/4/2026).
Kegiatan tersebut dipantau langsung Komandan Lanud Raden Sadjad (RSA) Marsekal Pertama TNI Onesmus Gede Rai Aryadi, S.E., M.M., M.Han., di Main Apron Hanggar Timur Lanud RSA, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau.
Pemantauan juga dihadiri Sekretaris Daerah Natuna H. Boy Wijanarko Varianto, S.E., selaku Ex Officio Kepala BPBD Natuna, bersama sejumlah pejabat terkait.
Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Operasi Lanud RSA Kolonel Pnb Dion Aridito, S.T., M.M., serta Kepala Pelaksana BPBD Natuna Raja Darmika, S.T., M.A.P., guna memastikan kesiapan dan kelancaran operasi pemadaman melalui jalur udara.
Dalam operasi ini, helikopter jenis AS350 Fire Spot dikerahkan untuk melaksanakan water bombing pada sejumlah titik api yang terpantau aktif, khususnya di wilayah Desa Batubi dan Desa Ceruk.
Kedua wilayah tersebut dilaporkan mengalami kebakaran yang cukup intens, sehingga memerlukan penanganan cepat dan efektif guna mencegah meluasnya kebakaran serta meminimalisir dampak terhadap lingkungan dan masyarakat.
Sekretaris Daerah Natuna, Boy Wijanarko Varianto, menegaskan bahwa penanganan karhutla harus dilakukan secara cepat dan terpadu.
“Pemadaman dari udara ini sangat membantu, terutama untuk menjangkau titik api yang sulit diakses. Kami terus bersinergi dengan TNI AU dan seluruh pihak terkait agar kebakaran bisa segera dikendalikan,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, guna mencegah munculnya titik api baru di tengah kondisi cuaca yang rawan.
Pemadaman melalui udara dinilai menjadi langkah strategis, terutama untuk menjangkau lokasi-lokasi yang sulit diakses oleh tim darat.
Sinergi antara Lanud RSA, BNPB, dan Pemerintah Kabupaten Natuna ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam mempercepat penanganan bencana karhutla.
Selain itu, langkah terpadu tersebut juga bertujuan untuk melindungi masyarakat serta menjaga kelestarian lingkungan di wilayah perbatasan Indonesia. (Rap)




