NATUNA – Pangkalan TNI Angkatan Udara Raden Sadjad (Lanud RSA) menggelar manuver lapangan Latihan Pertahanan Pangkalan (Hanlan) 2026 di Lanud RSA, Natuna, Kepulauan Riau, Kamis (29/10/2026).
Latihan ini difokuskan untuk menguji kesiapsiagaan prajurit dalam menghadapi potensi ancaman, sekaligus memperkuat kemampuan pengamanan aset dan objek vital di lingkungan pangkalan.
Latihan dipimpin langsung Komandan Lanud RSA, Marsekal Pertama TNI Onesmus Gede Rai Aryadi, S.E., M.M., M.Han., selaku Pimpinan Umum Latihan.
Kegiatan diawali dengan penyematan tanda pita dan ban latihan kepada perwakilan peserta sebagai tanda dimulainya rangkaian latihan.
Hanlan merupakan bagian dari program kerja bidang operasi dan latihan yang dilaksanakan secara rutin setiap semester. Melalui latihan ini, kemampuan personel, ketepatan penerapan prosedur, serta koordinasi antarsatuan diuji dalam menghadapi berbagai skenario gangguan keamanan pangkalan.
Dalam skenario yang disiapkan, sekelompok pengacau keamanan disimulasikan menyusup ke wilayah pangkalan dan berupaya merusak aset serta objek vital.
Skenario tersebut disusun berdasarkan gambaran informasi intelijen mengenai potensi gangguan keamanan.
Menanggapi situasi itu, Danlanud RSA memerintahkan peningkatan pengamanan di seluruh wilayah pangkalan.
Komandan Latihan kemudian menyiapkan satu peleton pasukan untuk melaksanakan patroli, memeriksa aset dan objek vital, serta melakukan penyisiran dan pengejaran terhadap kelompok pengacau.
Dalam pelaksanaan manuver, para prajurit menghadapi simulasi kontak tembak di sejumlah titik. Mereka dituntut mampu membaca situasi, mengenali kondisi medan, menerapkan taktik sesuai skenario, serta menjalankan tugas secara terkoordinasi.
Berbagai materi diberikan untuk meningkatkan kemampuan dasar dan taktis prajurit, mulai dari membaca peta, navigasi darat, orientasi medan, patroli beregu, pengintaian, hingga pengamanan wilayah pangkalan.
Latihan juga mencakup taktik penyergapan dan penghadangan, kemahiran menembak menggunakan senjata standar, serta penyeberangan basah.
Selain itu, peserta dibekali kemampuan mengamankan objek vital strategis, melindungi aset penting TNI AU, menerapkan formasi pertahanan darat, serta menghadapi simulasi serangan dan gangguan keamanan.
Seluruh materi tersebut dirancang untuk mengasah keterampilan perorangan sekaligus memperkuat kerja sama tim dalam menjalankan tugas pertahanan pangkalan.
Latihan melibatkan sejumlah unsur di lingkungan Lanud RSA, yakni Dinas Operasi, Sathanlan, Satpomau, Dispers, Dislog, Intelijen, serta RSAU Lanud Raden Sadjad.
Sementara itu, Yon Hanud 14 Pasgat bertindak sebagai pelatih yang memberikan pembekalan dan mengasah kemampuan prajurit dalam materi pertahanan pangkalan.
Danlanud RSA menegaskan, latihan Hanlan memiliki peran penting dalam memastikan setiap personel memahami tugas dan tanggung jawabnya ketika menghadapi ancaman terhadap keamanan pangkalan.
“Setiap prajurit harus memahami tugas dan tanggung jawabnya, mampu bertindak sesuai prosedur, serta menjaga koordinasi agar pertahanan pangkalan dapat dilaksanakan secara cepat dan tepat,” tegasnya.
Melalui manuver lapangan Hanlan 2026, Lanud RSA terus mengasah kesiapan personel dan memperkuat koordinasi antarsatuan sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan pangkalan, melindungi aset negara, serta mendukung kesiapan operasional TNI AU di wilayah Natuna yang memiliki posisi strategis di kawasan perbatasan Indonesia. (Rap)
k



