Kepri, Lendoot.com – Gubernur Ansar Ahmad mengatasnamanak Pemprov Kepri menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan General Manager PT PLN (Persero) unit induk Wilayah Riau dan Kepulauan Riau, Agung Murfidi.
Penandatanganan kesepakatan itu dilakukan Ansar Ahmad di sela kegiatan peresmian Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) di Pulau Panjang-Batam.
Dalam penandatanganan MoU itu, ada termaktub komitmen bersama untuk percepatan penyelesaian penyediaan tenaga listrik, khususnya di pulau-pulau kecil di wilayah Provinsi Kepri.
“Kolaborasi ini sebagai wujud pelaksanaan program Kepri terang, yang kita gesa tiap tahunnya,” ujar Gubernur Ansar Ahmad.
Menurut Gubernur Ansar Ahmad, kolaborasi dan sinergitas antara Pemprov Kepri dengan PT PLN (Persero) UID RKR ini akan semakin diperkuat, terutama dalam hal penyediaan listrik di pulau-pulau kecil.
Penandatanganan kerjasama tersebut dinilai Gubernur Ansar Ahmad sangat penting sebagai pemerataan kelistrikan di pulau-pulau kecil.
“Mudah-mudahan dengan kerja sama ini, impian kita akan seluruh Kepri terang dapat terwujud. Tidak hanya masyarakat perkotaan saja yang bisa menikmati gemerlap cahaya, kita benar-benar ingin tidak ada wilayah di Kepri yang gelap gulita,” jelas Ansar Ahmad.
Dikatakannya, tahun 2023 ini realisasi program dari Kepri terang adalah, telah dilaksanakan berupa pembangunan enam unit PLTS terpusat, dan BPBL dengan jumlah 3.248 rumah tangga.
Selain itu, ada enam pulau yang pembangunan PLTS sudah direalisasikan, di antaranya Pulau Panjang, Pulau Akar dan Pulau Geranting di Kota Batam, Pulau Jaga di Kabupaten Karimun, serta Pulau Sebong dan Pulau Nuja di Kabupaten Lingga.
Sementara itu, untuk Program BPBL, total dari tahun 2021-2023 yang telah dilakukan penyambungan, sebanyak 11.898 rumah tangga yang telah menerima bantuan. (amr)




