Pemko Tanjungpinang Gelar Bimtek Pelaku Usaha 2025: Dorong UMKM Angkat Potensi Lokal

Walikota Lis Darmansyah berfoto bersama usai membuka Bimtek Pelaku Usaha, pagi tadi. (ft kominfotjpinang)

Tanjungpinang – Pemerintah Kota Tanjungpinang terus berupaya memperkuat sektor ekonomi kerakyatan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) kepada Pelaku Usaha. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, dan diselenggarakan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Tanjungpinang di Hotel Aston, kemarin.

Bimtek ini dihadiri oleh para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari berbagai wilayah. Hadir pula Kepala DPMPTSP Kota Tanjungpinang, Adi Firmansyah, dan sejumlah kepala Perangkat Daerah terkait. Acara ini juga menghadirkan narasumber dari berbagai instansi, yaitu Shahril Budiman dari STISIPOL Raja Haji, Radit Anandra dari BP Bintan, dan M. Ridhuan dari DPMPTSP Kota Tanjungpinang.

Permudah Perizinan, Tingkatkan Kualitas UMKM

Kepala DPMPTSP Kota Tanjungpinang, Adi Firmansyah, menjelaskan bahwa Bimtek ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pelaku UMKM mengenai prosedur dan kemudahan dalam pengurusan perizinan usaha.

“Bimtek ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memberikan pendampingan langsung kepada para pelaku usaha. Kita ingin UMKM tidak hanya tumbuh secara kuantitas, tetapi juga secara kualitas, termasuk dalam pemahaman terhadap legalitas usahanya,” jelas Adi.

Ia juga menekankan bahwa DPMPTSP telah melakukan berbagai inovasi, termasuk pelayanan digital berbasis OSS (Online Single Submission), yang mempermudah pelaku usaha mendapatkan perizinan secara cepat, murah, dan transparan. “Harapannya, pelaku UMKM tidak lagi merasa kesulitan atau ragu dalam mengurus perizinan. Justru dengan legalitas, akses terhadap bantuan pemerintah, perbankan, dan pasar akan jauh lebih terbuka,” tambahnya.

Wali Kota Lis Ajak UMKM Angkat Kekayaan Lokal

Dalam sambutannya, Wali Kota Lis Darmansyah mengapresiasi pelaksanaan Bimtek ini dan menilai kegiatan semacam ini sangat strategis dalam mendukung perkembangan UMKM di daerah. “UMKM merupakan tulang punggung ekonomi lokal. Maka penting bagi kita untuk terus memberikan edukasi dan fasilitasi agar UMKM di Tanjungpinang dapat naik kelas dan berdaya saing,” ujar Lis.

Lis juga menekankan pentingnya pelaku UMKM untuk mengangkat potensi lokal dalam produk-produknya. Ia mencontohkan, salah satu produk lokal yang kini ia pakai adalah dompet dari kulit ikan pari. “Kita punya banyak potensi lokal yang unik dan khas. Seperti dompet dari kulit ikan pari yang saya gunakan ini, ini adalah salah satu bentuk kreativitas luar biasa dari pelaku UMKM kita. Kalau bisa produk-produk seperti ini yang kita dorong, agar benar-benar menjadi ciri khas Tanjungpinang,” ucap Lis sembari menunjukkan dompetnya.

Lis berharap, melalui pelatihan ini, pelaku UMKM bisa lebih memahami pentingnya perizinan serta dapat mengakses fasilitas pemerintah yang mendukung perkembangan usaha. “Saya ingin UMKM di Tanjungpinang semakin berkembang, punya legalitas, bisa ekspansi pasar, dan bisa menyerap tenaga kerja lokal. Mari kita bersama-sama membangun ekonomi Tanjungpinang dari sektor yang paling dekat dengan masyarakat, yaitu UMKM,” tegasnya.

Acara Bimtek ini berlangsung interaktif dengan sesi diskusi antara narasumber dan peserta. Para pelaku usaha juga mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan kendala serta masukan secara langsung kepada para pemangku kebijakan. (*/fji)