Pemko Tanjungpinang Gandeng Pemprov Kepri Tanam Pohon di Ibukota Kepri

Gubernur Ansar Ahmad dan Pj Wali Kota Tanjungpinang Hasan saat bergerak gorong royong menanam pohon di Tanjungpinang, pagi tadi. (ft kominfo)

Tanjungpinang, Lendoot.com –  Pemko Tanjungpinang menggandeng Pemrpov Kepri, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD)  dan masyarakat menggelar aksi penanaman pohon di wilayah Ibukota Kepri, Minggu (14/1/2024).

Pj Wali Kota, Hasan mengatakan aksi ini merupakan upaya nyata dalam menjaga kebersihan dan kehijauan. Ada 18 titik lokasi tersebar di pulau Penyengat dan Kota Tanjungpinang menjadi fokus kegiatan kolaboratif ini.

Hasan jugamenyampaikan terima kasih kepada Gubernur Kepri atas dukungan yang konsistensi Pemko Tanjungpinang untuk melaksanakan gotong royong bersama tersebut.

Ia juga mengapresiasi dukungan dari jajaran TNI dan Polri di 11 titik pesisir kota Tanjungpinang.

“Ucapan apresiasi khususnya untuk jajaran TNI Polri yang telah mendukung kegiatan gotong royong pemko bersama pemrov Kepri,” ujar Hasan.

Hasan menyadari bahwa upaya menjaga kebersihan tidaklah mudah dan memerlukan perubahan pola pikir masyarakat untuk hidup bersih dan sehat.

Pemerintah hadir di tengah masyarakat untuk memberikan edukasi kebersihan, dengan harapan menjadikan Tanjungpinang sebagai ibukota Kepri yang lebih bersih dan asri.

“Harapan kita untuk kegiatan gotong royong, yang telah dilaksanakan hampir 3 bulan setiap Sabtu dan Minggu, dapat berjalan dengan baik,” ujar Hasan.

Gubernur Ansar Ahmad dalam sambutannya juga menyampaikan Pemko Tanjungpinang telah mengalokasikan anggaran untuk beberapa proyek di pulau Penyengat pada tahun 2024, salah satunya adalah pengecatan ulang perumahan di Pulau Penyengat.

“Di tahun 2024, Pemko menganggarkan beberapa proyek di Penyengat, termasuk pengecatan ulang pada perumahan. Tujuannya agar dari kejauhan, semua rumah di pulau bersejarah ini terlihat indah,” ujar Ansar.

Pihak pemprov Kepri juga turut mengalokasikan dana untuk mengganti becak motor (Bentor) di pulau Penyengat yang masih menggunakan bensin, dengan mengadopsi kendaraan listrik.

“Kami ingin menjadikan Penyengat sebagai destinasi green village tourism. Upaya ini harus menciptakan kawasan yang bebas dari polusi. Karena itu, rencana penggantian bentor dengan kendaraan listrik sudah masuk dalam anggaran 2024,” pungkasnya. (amr).