Pemkab Natuna Anggarkan Dana Rp 1,2 Miliar untuk Bibit Sapi Potong 

peternak dari Kampung Karang Kelurahan Toapaya Asri, Kecamatan Toapaya Kabupaten Bintan mengatakan sebanyak 17 ekor sapi miliknya sudah dipesan orang untuk Idul Kurban pada pascalebaran Idul Fitri kemarin. “Sekarang stoknya sudah kosong, permintaan sebenarnya banyak sekali. Sudah banyak yang nelpon saya minta sapi, tapi kosong. Yang 17 ekor di kandang itu sudah pesanan orang semua,” ungkap Amat, pagi tadi. Amat mengaku jika sudah dua tahun terakhir bibit sapi tidak masuk lagi ke kandangnya lagi lantaran sulitnya mendatangkan dari luar.

Natuna, Lendoot.com  – Pemkab Natuna yang terdiri dari eksekutif dan legislatifnya sepakat mengembangkan sektor peternakan dalam upaya mendukung ketahanan pangan di daerah itu.

Pada APBD Tahun Anggaran 2024 ini, Pemkab Natuna melalui Dinas Ketahanan Pangan, setiap tahunnya akan rutin melakukan pengadaan bibit ternak dengan mengambil bibit dari luar daerah, seperti dari Nusa Tenggara Timur atau dari wilayah yang bebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Hal ini dilakukan guna meningkatkan populasi hewan ternak di Kabupaten Natuna yang merupakan wilayah zona hijau dari PMK serta sebagai salah satu wilayah penghasil hewan ternak di Provinsi Kepulauan yang dikelola secara swasembada.

Apalagi akan memasuki perayaan Idul Adha di mana kebutuhan hewan kurban meningkat baik di Kabupaten Natuna sendiri hingga kabupaten/kota lain di Provinsi Kepri.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Natuna, Zulfikar mengatakan tahun 2024 Dinas Ketahanan Pangan akan mengalokasikan dana Rp1,2 miliar untuk pengadaan bibit sapi potong.

“Anggaran ini berasal dari APBD Kabupaten Natuna tahun 2024 dan Pokok Pikiran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) yang dijadikan satu,” terang Zulfikar di Ruang Kerjanya, kemarin.

Zulfikar juga menjelaskan, berdasarkan Surat Edaran Gubernur Kepulauan Riau, seluruh Kabupaten/Kota di Provinsi Kepri hanya diperbolehkan melakukan pengadaan bibit sapi hanya dari wilayah Non PMK.

Hal ini menurutnya agar kualitas bibit sapi yang dibeli merupakan bibit yang unggul dan bebas dari penyakit menular yang bisa menyebabkan kerugian.

“Biasanya kita Natuna itu pengadaan bibit dari NTT kalau dari luar daerah, kalau dalam daerah biasanya kita ambil dari Anambas, dua wilayah ini memang termasuk zona hijau dari PMK,” terangnya.

Zulfikar juga menjelaskan, Natuna dan Anambas merupakan wilayah penghasil dan penyokong sapi di Provinsi Kepulauan Riau.

“Kalau sampai perayaan Idul Adha biasanya kita paling banyak ekspor itu ke Tanjungpinang dan Karimun, Batam ada juga bahkan kadang-kadang juga sampai ke Kalimantan,” sebutnya.

Selain itu, Zulfikar juga menyampaikan pengadaan bibit sapi potong dari Dinas Ketapang tahun anggaran 2024 akan di prioritaskan untuk kelompok-kelompok peternakan yang sudah melakukan pengajuan pada tahun sebelumnya atau tahun 2023.

“Sama seperti tahun sebelumnya, prioritas kita adalah kelompok yang sudah mengajukan proposal di tahun sebelumnya,” ujarnya.

Namun demikian ia juga mengatakan selain pengajuan proposal lebih awal ada beberapa kategori yang harus dipenuhi oleh kelompok-kelompok calon penerima bibit sapi tersebut.

“Yang paling utama itu adalah harus memiliki kelompok, rencana program yang baik, memiliki kandang, ada lokasi dan pengalaman yang baik baru bisa mendapatkan bantuan ini,” sebutnya.

Zulfikar yakin jika seluruh kategori di atas terpenuhi maka kelompok-kelompok tersebut dinilai layak untuk mendapatkan bantuan program bibit sapi potong ini.

 “Silahkan kelompok-kelompok tersebut mengajukan usulan dari sekarang, namun realisasinya tetap sama yakni di tahun mendatang karena di tahun ini sudah ada beberapa kelompok yang mengajukan,” jelasnya.

Sebagai informasi pada tahun ini jumlah keseluruhan populasi sapi di Natuna diperkirakan sekitar 9.159 ekor. Untuk sapi dara dan dewasa yang siap dipotong perkiraan ada sekitar 7.184 ekor .(*/rsd)