Tanjung Pinang, Lendoot.com – Keluhan masyarakat terkait pemadaman listrik bergilir di beberapa titik di Kota Batam dan Pulau Bintan beberapa waktu lalu, menjadi perhatian Komisi III DPRD Kepri.
Beberapa anggota Komisi II DPRD Kepri bahkan harus menggelar inspeksi mendadak (Sidak) ke Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tanjung Kasam, kemarin.
“Informasi yang kami dapat, ada kerusakan mesin pembangkit di PLTU Tanjung Kasam,” Kata Ketua Komisi III DPRD Kepri, Widiastadi Nugroho saat sidak kepada wartawan.
Widiastadi mengatakan sidak yang dilakukan untuk melihat kondisi di lapangan sekaligus ingin mengetahui jadwal pemeliharaan rutin mesin pembangkit PLTU Tanjung Kasam.
“Kita juga mewanti-wanti pihak Tanjung Kasam, proses pemeliharaan rutin nanti jangan sampai mengganggu proses rangkaian pesta demokrasi pemilihan presiden dan pemilihan legislatif,” katanya.
Menurut Anggota Komisi III Yusuf, proses pemeliharaan mesin pembangkit yang dilakukan secara rutin ini seharusnya bisa dilakukan dengan tidak mengurangi pasokan listrik kepada masyarakat.
“Jika dilakukan penjadwalan dengan baik antara pembangkit satu dengan yang lain dan dilakukan tidak pada jam beban puncak maka bisa meminimalisir pemadaman bergilir,” jujarnya.
Senada dikatakan Wakil Ketua Komisi III, Nyanyang Haris Pratamura bahwa pihak PLN dan pembangkit harus bisa mensinkronkan jadwal pemeliharaan rutin yang dilakukan oleh masing-masing pembangkit.
“Jika itu dilakukan dengan baik maka kita bisa menghitung kekuatan daya yang standby,” tegasnya.
Sementara itu, Anggota Komisi III Surya Sardi berharap pihak PLTU Tanjung Kasam bisa lebih meningkatkan kinerja agar tidak terjari lagi kejadian pemadaman terlebih kejadian di awal tahun 2023 hingga menyebabkan ‘Black Out’.
“Masyarakat hanya tahu jika ada pemadaman listrik itu kesalahan dari PLN mereka tidak mengetahui bahwa ada pihak yang bertanggung jawab seperti perusahaan pembangkit, oleh sebab itu kami sebagai wakil rayat tak henti-hentinya mengingatkan agar perusahaan pembangkit ini dapat bekerja secara optimal agar ketersediaan daya listrik ini aman,” jelasnya. (amr)




