Para tenaga honorer berseragam khusus kuning pucat, yang turut apel Senin pagi beberapa waktu lalu di Halaman Kantor Bupati. Mereka menuntut agar turut serta mendapatkan THR sebagaimana ASN.

Karimun, Lendoot.com – Honorer di Kabupaten Karimun meminta kepada pemerintah daerah dapat membayarkan Tunjangan Hari Raya (THR) pada tahun ini. Sehingga ribuan pegai honorer dapat berlebaran dengan mencukupi kebutuhan yang begitu banyak

Salah seorang tenaga honorer di Kabupaten Karimun, DI mengatakan, ketika para pegawai negeri atau Aparatur Sipil Negara (ASN) dipastikan menerima THR, maka tenaga honorer pun harus mendapatkan hak yang sama. Jangan ada pilih kasih dalam hal pemberian hak meski statusnya berbeda.

“Saya terkejut dan sedih ketika mendapat informasi kalau THR kami para honorer tidak dibayarkan tahun ini. Padahal tahun 2018 lalu kami semua dapat, meskipun jumlanya tidak besar,” jelas DI melalui sambungan ponselnya, Minggu (26/5).

Dia mengaku, besaran THR yang diterima pada tahun 2018 sebesar Rp500 ribu. Jumlah tersebut dinilai sangat membantu dan mampu meringankan beban kebutuhan berlebaran bersama keluarga.

“Kalau pegawai dapat THR, maka honorer pun harus dapat. Beban kerja kami terkadang tidak jarang lebih berat dari pada pegawai negeri (ASN-red). Tapi kenapa saat bagi-bagi THR kok kami yang tenaga honorer ini diabaikan. Jadi saya tetap meminta agar pemerintah daerah tidak mengabaikan kami,” ungkap DI.

Hal yang sama pun disampaikan seoang honorer yang bekerja di salah satu Dinas di Kantor Bupati. Dia meminta jangan ada pengecualian dalam pembayaran THR.

“Kalau ASN dapat THR, harusnya kami honorer pun dapat. Meski pun jumlahnya tak besar, tapi minimal ada lah perhatian untuk kami yang honorer ini. Tugas dan beban kerja justru lebih berat. Jadi mohon ditinjau agar kami pun dapat menerima THR,” harap pria berinisial RA ini.

RA mengaku sangat kecewa atas sikap pilih kasih Pemkab Karimun. Dia berharap agar Pemkab Karimun tetap memikirkan nasih tenaga honorer agar tetap dapat THR.

“Sangat berharap sekali untuk dapat THR sebagai mana tahun lalu kami dapat. Apa lagi momen lebaran banyak yang ingin pulang kampung dan berbelanja kebutuhan lainnya,” harapnya.

Sementara, Wakil Bupati Karimun Anwar Hasyim dalam satu kesempatan mengungkapkan, THR bagi tenaga honorer kemungkinan tidak dapat dibayarkan.

“Untuk honorer besar kemungkinan tidak dapat THR. Kita mengacu kepada kemampuan keuangan. Kalau Tuhan beri rizki dalam minggu ini, ya kita berikan, tapi kalua tidak, kan tidak bisa kita berhutang hanya untuk memberikan kesenangan yang tak nampak,” jelas Anwar.

 

Anwar juga memberikan gambaran bahwa APBD Kabupaten Karimun tidak sanggup membayarkan THR bagi ribuan tenaga honorer di KabUpaten Karimun. (kmg/abdulgani/trirahardi)