Jakarta – Meritokrasi menjadi elemen utama dalam pengelolaan Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menciptakan birokrasi yang profesional dan kompetitif. Hal ini ditegaskan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Rini Widyantini, dalam acara Penyampaian Hasil Evaluasi Penerapan Sistem Merit di Lingkungan Instansi Pemerintah Tahun 2024 di Jakarta, Kamis (19/12/2024).
“Sistem merit bukan sekadar agenda, tetapi prinsip dasar dalam transformasi ASN. Implementasinya berdampak signifikan pada pertumbuhan ekonomi, pemberantasan korupsi, dan peningkatan kinerja ASN,” ujar Menteri Rini dalam keterangan yang diterima media ini melalui infopublik, Jumat (20/12/2024).
Rini menjelaskan bahwa penerapan sistem merit menjadi bagian penting dari delapan arahan reformasi birokrasi yang disampaikan Presiden RI Prabowo Subianto. Prinsip meritokrasi, menurutnya, sejalan dengan visi Presiden untuk mewujudkan birokrasi yang bersih dan kompeten.
“Presiden selalu menekankan pentingnya birokrasi yang bersih. Sistem merit ini adalah alat utama untuk membangun birokrasi yang bersih dan profesional. Beliau juga sering menyampaikan bahwa setiap ASN harus memiliki kinerja yang baik dan terus meningkatkan kompetensi,” tambahnya.
Menteri PANRB itu menyoroti bahwa meritokrasi adalah salah satu sasaran penting dalam Grand Design Reformasi Birokrasi Nasional (GDRBN) 2025–2045. Dengan sistem merit, transparansi dan akuntabilitas dalam proses perekrutan dan promosi ASN dapat terjamin, sehingga pejabat yang menduduki posisi strategis memiliki kualifikasi dan kompetensi yang sesuai.
Langkah strategis untuk memperkuat sistem merit terus dilakukan oleh Kementerian PANRB, termasuk penyempurnaan kebijakan manajemen ASN, integrasi pengawasan sistem merit dalam portal administrasi pemerintah, serta pemberian umpan balik yang berkelanjutan untuk meningkatkan tata kelola ASN.
“Kita melihat penerapan sistem merit terus membaik. Namun, penyebarannya masih terkonsentrasi di Pulau Jawa dan kota-kota besar. Kita harus bekerja lebih keras untuk memastikan meritokrasi diterapkan secara merata di seluruh wilayah Indonesia,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Rini juga memberikan apresiasi kepada instansi yang telah berhasil meningkatkan kualitas penerapan sistem merit. “Selamat kepada instansi pemerintah yang berhasil meraih predikat Sangat Baik dan Baik. Pencapaian ini adalah hasil kerja keras yang memberikan manfaat besar tidak hanya bagi instansi, tetapi juga masyarakat luas,” pungkasnya. (*/rsd)
Artikel ini telah tayang di infopublik.id berjudul Meritokrasi Jadi Kunci Utama Bangun Birokrasi Profesional dan Berdaya Saing




