Lingga – Debat publik Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Lingga yang digelar, Selasa (12/10/2024) malam, berlangsung lancar dan aman.
Paslon nomor urut 1, Muhammad Nizar dan Novrizal, menyoroti nilai-nilai kepemimpinan yang mereka yakini penting, khususnya mengenai adab atau tata krama sebagai landasan kepemimpinan masa depan.
Muhammad Nizar, Calon Bupati Lingga dalam debat itu menyampaikan penghargaan mendalam kepada ketua tim pemenangan dan para pendukung setianya.
Ini disampaikan dalam pernyataannya saat konferensi pers usai debat publik di Gedung Nasional, Dabo Singkep tersebut.
Nizar menekankan bahwa kepemimpinan yang baik tidak hanya membutuhkan kecerdasan, tetapi juga adab yang luhur. Menurutnya, adab merupakan unsur utama yang wajib dijunjung tinggi oleh setiap calon pemimpin yang siap menghadapi tantangan masa depan.
“Saya bangga dengan beliau (Ketua Tim Pemenangan Riono), dengan para pendukung termasuk partai pengusung dan simpatisan yang juga hadir. Pemirsa di luar sana pasti sudah melihat bagaimana kami memberikan sesuatu yang berbeda,” ungkap Nizar.
Nizar menyatakan bahwa meskipun ilmu sangat penting, adab adalah yang utama, bahkan pada tingkatan tertinggi. Dengan posisi sebagai calon pemimpin muda berusia 42 tahun, ia menggarisbawahi bahwa adab mencerminkan kualitas kepemimpinan untuk Kabupaten Lingga yang berjuluk Bunda Tanah Melayu.
“Hari ini, bagaimana adab ilmu setinggi apapun akan dikalahkan oleh adab. Kami sebagai pemimpin muda pasangan nomor urut 1, Nizar-Novrizal, mencerminkan dan mencontohkan adab yang lebih tinggi benar-benar terlihat dibandingkan yang lain,” tambah Nizar.
Bersama Novrizal yang berusia 46 tahun, Nizar ingin menunjukkan bahwa generasi muda yang siap memimpin Lingga ke depan harus mampu menampilkan adab yang baik. Pasangan ini berharap bahwa tata krama yang junjung tinggi mereka dapat menjadi cerminan bagi masyarakat Lingga tentang nilai-nilai kepemimpinan yang patut diikuti.
Di penghujung pernyataannya, Nizar menyampaikan harapan untuk membangun Lingga dengan tetap menempatkan adab sebagai landasan kepemimpinan. Menurutnya, tanpa adab, kemajuan yang dicapai hanya akan menjadi ilusi tanpa arah. (fji)




