Penulis: Raja Ilyas, Tokoh Masyarakat Melayu Karimun

Kedai Kopi Mesir adalah salah satu kedai kopi lama yang sampai saat ini masih aktif dan disukai masyarakat atas keberadaannya.
Letak kedai kopinya yang sangat strategis sejak zaman dulu karena dekat dengan keramaian pasar malam serta berhampiran dengan Bioskop Mutiara pada zaman itu. Tentu saja ini sangat mempengaruhi keramaiannya.
Kedai kopi ini hanya dibuka dari sore hari sampai tengah malam sementara siang harinya tutup.
Tentu saja kedai kopi ini ramai karena dipengaruhi oleh pedagang kuliner yang berada disamping dan di depan kedai kopi ini.
BACA JUGA
Pada zaman itu kuliner yang berada disamping kedai kopi adalah kuliner Pak Cokro yang menjual mie goreng, nasi goreng, soto dan lain-lain
Sementara di depan kedai kopi ada Sate Pak Mustafa dan Pak Bachtiar serta Mie Pak Lid berserta lempar bakarnya. Belum lagi di seberang jalannya ada kuliner Mak Teh , Putu Piring Pak Sarkun , Pisang Goreng Etek serta Prata Mamu.
Pokoknya kita tinggal pesan dan di antar ke Kedai Kopi Mesir ini. Dan bagi peminat Bioskop Mutiara biasanya mereka ngopi dulu disini sebelum film bioskop di putar , sampai dengan bunyi dring bell dari bioskop berbunyi tanda film segera akan diputar.
Tidak heran dring bellnya kedengaran sampai di kedai kopi karena bioskopnya berdekatan dengan kedai kopi ini.
Bagi penimat kopi rasa kopinya yang sangat khas yang diracik sendiri oleh pemiliknya salah satu sebab bagaimana ianya menjaga cita rasa kopi.
Ketika zaman dulu kita sering melihat pemiliknya pada siang hari pemiliknya megongseng kopi pakai wadahnya yang di putar putar terus dengan api yang tidak terlalu besar sehingga kopi masak dan hitam warnanya dan kita merasakan aroma harum kopinya ketika proses itu berlangsung.
Dan hingga saat inipun peminatnya masih ramai setiap malam karena menurut penikmat kopi ada rasa yang khas untuk kopi kedai kopi ini yang tidak didapat pada kedai kopi lainnya.
Selain itu disebabkan karena ianya dibuka dari sore sampai malam hari dimana disaat itu orang sedang dalam waktu santai dari pekerjaan harian makanya menjadi salah satu sebab ianya ramai pengunjung.
Pada saat ini meski tidak ada kuliner Pak Cokro lagi , dan tak ada Sate Mustafa , Sate Pak Bachtiar , Putu Piring Pak Sarkun serta Kuliner Mak Teh.
Namun hanya tersisa satu Kuliner Pak Lid yang diteruskan oleh anak beliau yaitu Pak H.Daud yang hingga kini masih berjualan didepan Kedai Kopi Mesir ini.
Dan kuliner yang baru muncul saat ini disekitar kedai kopi inipun tampil menggantikan posisi kuliner nostalgia yang telah tiada lagi.
Hingga saat ini mereka yang datang pada sore hingga malam hari masih ramai dan barangkali alasan mereka datang dikarenakan rasa kopinya yang beda dari kedai kopi lainnya.
Yang pasti bagi kami ketika ada teman teman luar yang datang ke Karimun dengan tujuan reuni ketemu teman lama , maka kedai kopi ini adalah salah satu tempat yang di rekomendasikan.
Hanya sekedar mengenang suasana nostalgia dan menikmati Lempar Pak Lid meskipun saat ini hanya disajikan oleh generasi berikutnya yakni H Daud. (***)




