Laboratorium Covid-19 Segera Beroperasi di RSUD M Sani

Kepala Bidang Pelayanan RSUD Muhammad Sani Karimun, Dr Ade Kristiawan juga enggan menjelaskan kronologi yang jelas terkait bayi yang jatuh tersebut. Dari jawabannya , terkesan tidak menepis dan atau juga membenarkan kabar tersebut. "Bayinya baru lahir di RSUD Muhammad Sani Karimun. Tadi pagi jam 9 kami sudah jumpa dengan keluarga bayi yang jatuh. Kami sudah menyampaikan permohonan maaf," kata Dr Ade Kristiawan saat dihubungi media ini melalui sambungan telepon. RSUD Muhammad Sani Karimun, tambah dr Ade Kristiawan, akan bertanggungjawab atas peristiwa ini. "Saat ini kondisi bayi stabil, ini menjadi tanggungjawab kami. Jadi selama masa sampai dengan bayi berusia 3 bulan pertama, akan kami pantau sesuai dengan kondisinya," ucap Dr Ade Kristiawan.

Karimun, Lendoot.com – Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau segera memiliki laboratorium Covid-19. Nantinya, untuk melakukan Polymerase Chain Reaction atau PCR, Karimun dapat secara mandiri, namun terbatas.

Laboratorium Covid-19 itu dibangun di kawasan RSUD Muhammad Sani, tepatnya terletak gedung belakang rumah sakit. Rencananya, laboratorium itu akan mulai dioperasikan pada Maret 2021 mendatang.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun Rachmadi mengatakan, pengoperasian labor Covid-19 itu menunggu tayang dari Balai Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Kota Batam.

“Target Maret ini segera dioperasikan. Saat ini kita masih menunggu tayang dari BTKLPP,” kata Rachmadi.

Ia mengatakan, saat ini pihaknya masih melengkapi sejumlah peralatan medis untuk melengkapi sarana dan prasarana laboratorium itu.

“Anggaran pengadaannya itu Rp200 juta. Sekarang lagi menunggu e-katalog,” katanya.

Pria yang juga menjabat sebagai Plt Dirut RSUD Muhammad Sani itu juga mengatakan, pihaknya akan menyiapkàn sebanyak 4 tenaga kesehatan yang nantinya akan bertugas secara bergantian di labor itu.

“Nantinya disana khusus untuk pemeriksaan sampel swab yangbsifatnya urgent saja,”katanya.

Sementara untuk swab lainnya kita tetap bekerjasama dengan BTKLPP Batam,” katanya.

Selain itu, Rachmadi juga mengatakan pihaknya ke depan akan lebih mengoptimalkan rapid antigen dikarenakan selain cepat rapid antigen juga sudah bisa digunakan untuk mendiagnosa seseorang positif atau negatif Covid-19.

“Rapid antigen sudah bisa sekarang untuk mendiagnosa terpapar virus Corona atau tidak. Kebetulan kita dapat banyak dari pemerintah provinsi dan pusat, akan lebih kita optimalkan,” katanya.

(RKO)