Kuota Solar Subsidi Terbatas Sebabkan Antrean Panjang di SPBU Poros

Karimun, Lendoot.com – Antrean panjang kendaraan roda empat di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Jalan Soekarno Hatta Poros terus terjadi.

Pantauan Lendoot.com, antrean panjang hingga jarak ratusan meter itu sudah beberapa kali terjadi dalam kurun waktu satu bulan ini.

Penyebabnya, diketahui karena saat ini kuota untuk BBM jenis Solar untuk wilayah Kabupaten Karimun saat ini dibatasi oleh Pertamina.

“Kami harus antre dari pagi baru bisa mendapat Solar,” ujar Rendi, seorang supir truk.

Terbatasnya kuota solar tersebut berdampak terhadap operasional kendaraan yang berbahan bakar solar, seperti truk dan pick up. Dimana, truk- truk  dan pick up itu saat ini terus beraktifitas, sejalan dengan ekonomi Karimun yang kembali menggeliat pasca Pandemi Covid-19.

Kepala Bidang (Kabid) ESDM Dinas Perdagangan, Koperasi, UMKM dan ESDM Kabupaten Karimun, Vandarones Purba mengatakan, saat ini antara kebutuhan dan ketersediaan solar memang tidak mencukupi.

“Kuota BBM Solar Subsidi di Karimun terbatas, sementara kebutuhan masyarakat kini terus meningkat sejalan dengan perekonomian yang kembali menggeliat,” ujar Vandarones.

Ia mencontohkan kondisi kuota BBM Solar Subsidi di dua SPBU yang ada di Karimun yakni SPBU Poros dan SPBU Sei Raya.

Dimana, kuota BBM Solar Subsidi dari Pertamina di SPBU Poros hanya 40 kilo liter sekali datang dan 10 kilo liter di SPBU Sei Raya untuk sebulan.

“Kuota Solar Subsidi saat ini sebenarnya cukup untuk tahun lalu, sementara tahun ini menjadi tidak cukup karena kebutuhan masyarakat yang meningkat,” katanya.

Meski begitu, Vandrones memastikan Pemerintah Kabupaten Karimun telah mengambil langkah dengan mengajukan penambahan kuota BBM Solar Subsidi ke Pertamina.

“Kita sudah ajukan penambahan kuota BBM Solar Subsidi, kita sedang menunggu karena memang Pertamina yang akan mengatur jumlahnya,” kata Vandarones.

(rko)