Karimun – Dalam upaya memperkuat peran serta meningkatkan sinergi antar-Badan Usaha Milik Negara (BUMN), pemerintah Indonesia menginisiasi konsep yang dikenal sebagai Rumah BUMN.
Rumah BUMN ini mendukung perkembangan ekonomi lokal seperti UMKM (usaha kecil menengah dan mikro) dalam perekonomian nasional, khususnya dalam rangka menggali lebih dalam mengenai peran vital UKMK tersebut.
Upaya untuk menggali lebih dalam peran UMKM tersebut, Pengelola Rumah BUMN Provinsi Kepri melakukan kunjungan ke sejumlah pelaku UMKM di Kabupaten Karimun, Kamis (5/6/2025).

Rumah BUMN Kepri saat mengunjungi Home Dekor Oktoberindu, siang tadi. (ft msarih)
Pengelola Rumah BUMN Kepri yang datang meninjau ke sejumlah UMKM di Karimun di antaranya, Muhammad Erik Harrisandrian sebagai CEO Rumah BUMN Kepri, dan Calvin Swingly selaku CFO Rumah BUMN Kepri.
Sebelum meninjau sejumlah UMKM, mereka meninjau keberadaan Rumah BUMN Karimun di Coastal Area Karimun. Selanjutnya, mereka didampingi sejumlah fasilitator dan pengelola Rumah BUMN Karimun lainnya ke dua tempat pelaku UMKM, di antarnya UMKM Home Dekor Oktoberindu dan usaha UMKM olahan makanan ringan, Kanjeng Mami.
Dalam tinjauan tersebut, CEO dan CFO Rumah BUMN Kepri memberikan apresiasi atas perkembangan UMKM yang dikunjunginya. Kendati masih ditemukan beberapa kendala, seperti packaging yang lebih menarik lagi, dan legalitas usaha seperti pendaftaran merk dagang yang belum maksimal.
“Jadi, kita berharap Rumah BUMN Karimun bisa membantu memfasilitasi kebutuhan UMKM binaannya. Walau saya dengar sudah ada pelatihan packaging yang menarik, tetapi kekurangan seperti hak merek, kita harapkan bisa dibantu,” ujar Muhammad Erik Harrisandrian.
Untuk produk makanan ringan yang diproduksi UMKM Kanjeng Mami, menurut Calvin Swingly sudah sangat menarik dari segi rasa. Hanya saja, untuk keperluan pasar yang lebih luas, seperti ekpansi ke pasar yang lebih luas, packaging perlu dibuat lebih menarik lagi.
Untuk diketahui, Rumah BUMN ini berfungsi sebagai hub atau pusat kegiatan yang mengkoordinasikan berbagai sumber daya yang dimiliki oleh BUMN untuk digunakan secara bersama-sama dalam mendorong kegiatan ekonomi.

Pengelola Rumah BUMN Kepri dan rombongan berfoto bersama dengan Pelaku UMKM Kanjeng Mami, siang tadi. (ft msarih)
Sementara itu, beberapa [peran dan fungsi utama dari Rumah BUMN di antaranya;
- Pengembangan UMKM: Rumah BUMN berperan dalam membina UMKM mulai dari Go Modern, Go Digital, Go Online dan Go Global.
- Satgas Bencana: Rumah BUMN berperan sebagai pusat koordinir antar BUMN dalam penanganan tanggap darurat ketika bencana.
- Coworking Space: Rumah BUMN berperan sebagai tempat belajar, bekerja bagi milenials serta sebagai wadah inkubasi bisnis milenial.
- Basecamp Millenials: Rumah BUMN berperan sebagai tempat kolaborasi milenials serta sebagai pusat informasi.
- Program PK/KUR: Rumah BUMN berperan sebagai pusat informasi penyaluran dan KUR serta pusat untuk melakukan survey.
Sementara, peran Rumah BUMN dalam perekonomian salah satunya untuk mendukung UMKM karena ini merupakan tulang punggung ekonomi Indonesia, yang menyumbang lebih dari 60% dari produk domestik bruto (PDB) negara dan menciptakan mayoritas lapangan kerja.
“Dukungan terhadap UKM tidak hanya membantu perusahaan-perusahaan ini tumbuh dan menjadi lebih kompetitif, tetapi juga memperkuat ekonomi lokal dan mengurangi ketimpangan ekonomi,” tambah Calvin. (msa)




