Karimun, Lendoot.com – Anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Cen Sui Lan lakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Karimun, Senin (22/2/2021).

Kunjungan tersebut bermaksud menindak lanjuti sejumlah proyek infrastruktur di Karimun antara lain pembangunan Pelabuhan Peti Kemas Malarko dan Bandara Raja Haji Abdullah (RHA) Karimun.

Sebelumnya, dari kunjungan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi ke Karimun pada Febuari lalu, direncanakan Pemerintah Indonesia melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan mengucurkan anggaran Rp 200 miliar untuk membangun kedua proyek tersebut.

Anggaran tersebut direncanakan meneruskan pembangunan pelabuhan peti kemas malarko yang telah mangkrak sejak tahun 2012 lalu, dan pembangunan pelebaran landasan pacu Bandara Raja Haji Abdullah.

Anggota Komisi V DPR RI membidangi Infrastruktur dan Perhubungan Cen Sui Lan mengatakan, kunjungan ke Kabupaten Karimun ini sesuai dengan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dirjen Perhubungan mengenai kelanjutan pembangunan malarko yang mangkrak dan pelebaran bandara RHA.

“Kita menindaklanjuti apa yang menjadi janji dari pak Menhub ketika kunjungan kemarin. Saya sebagai perwakilan Kepri, ini menjadi tugas saya agar dapat terealisasi pada tahun 2021. Kita sudah ketemu dan ada titik temu, tinggal dibicarakan bersama pak Menteri ,” kata Cen Sui Lan ditemui di Bandara RHA Karimun, Senin (22/2/2021).

Ia mengatakan, hasil dari kunjungan ini kemudian akan dibawa ke Pemerintah Pusat untuk kemudian dibahas tindak lanjutnya seperti apa.

“Termasuk bandara RHA ini, nanti apabila ada kekurangan akan kita sampaikan ke pusat. Pak Fanani sebagai kepala Bandara disini sangat luar biasa konsepnya, kita apresiasikan,” katanya.

Cei Sui Lan mengatakan, meski perpanjangan landasan pacu dan kelanjutan proyek Malarkotersebut dihentikan karena adanya refocusing anggaran.

Ia menyebut akan tetap mengajukan proyek tersebut dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Perubahan tahun 2021.

“Karena refocusing anggarannya untuk kepentingan masyarakat dalam penanganan COVID-19, akan tetap kita ajukan di APBN Perubahan agar dapat direalisasikan,” ucap Cen Sui Lan.

Diberitakan sebelumnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI akan melanjutkan proyek pembangunan Pelabuhan Peti Kemas Malarko yang telah mangkrak sejak tahun 2012.

Anggaran yang digelontorkan pemerintah untuk melanjutkan proyek yang di gadang-gadang akan menjadi pelabuhan peti kemas terbesar di Kepulauan Riau ini mencapai Rp. 200 miliar.

Sementara itu, untuk Bandara RHA Karimun Kemenhub akan memperpanjang landasan pacu yang semula sepanjang 1.400 mete menjadi 2.000 meter.(rko)