Penyerahan dana dari PT WPK kepada perwakilan warga di Balai Desa Teluk Lekup, sore tadi. (msa)

Karimun, Lendoot.com – Sebagai bukti PT Wira Penta Kencana (PT WPK) berkomitmen terhadap kesepakatan yang dibuatnya bersama warga, satu dari tujuh butir kesepakatan itu dilaksanakan di Balai Desa Pongkar, Tebing, Rabu (22/4/2020) sore tadi.

Adalah penyerahan dana sebesar Rp95.020.200 kepada masyarakat sekitar yang terkena dampak penambangan batu granit. Dana ini telah tertuang dari butir kelima kesepakatan yang dibuat kedua belah pihak sebelumnya. Yakni, tentang kerjasama pemberian dana dari seluruh penjualan material darat, dengan perhitungan Rp2000 per ton untuk masyarakat lokal.

“Dana yang terkumpul mencapai Rp95 juta lebih. Dari November 2019 sampai Maret 2020. Dan kita bagikan hari ini. Ada 225 KK (kepala keluarga) dan mereka mendapatkan Rp420.000 per KK,” kata Beri Susilo. Humas PT WPK di sela penyerahan secara simbolis kepada salah seorang warga di Balai Desa Pongkar, sore tadi.

Berhubung tidak dibenarkan melakukan kegiatan massal karena wabah Covid-19, maka penyerahannya dilakukan berkala. Warga di RW 04, secara keseluruhan menyatakan setuju langkah pembagian dana tersebut, seperti diungkapkan Ketua RW 04, Rahmad Jas.

“Hampir semua warga sudah menyetujui menerima dana ini. Alhamdulillah ini sangat membantu warga yang saat ini seperti kita tahu sedang dalam masa ekonomi sulit ini,” ujar Rahmad Jas.

Perusahaan tambang granit di Teluk Lekup, Desa Pongkar Kecamatan Tebing ini disebutkan tokoh masyarakat dan pihak perusahaan telah mengimplementasikan 7 butir kesepakatan sebelumnya.

“Ada tujuh poin yang sudah dilaksanakan perusahaan,” jelas Rahmad.

Sementara itu, Beri Susilo mengatakan pelaksanaan kesepakatan tentang kompensasi dampak penambangan granit di Quarry B tersebut melibatkan tokoh masyarakat, ketua RW dan RT setempat, selaku perwakilan masyarakat karena tidak memungkinkan pihak perusahaan menemui warga satu per satu.

Beri Susilo menjelaskan, poin-poin kesepakatan yang sudah dan terus berjalan, antara lain pertama, jaminan kesehatan masyarakat RW 04 pada saat blasting di Quarry B, dengan melakukan cek kesehatan setiap tiga bulan sekali. Ini sudah terlaksana.

Kedua, apabila dampak blasting (peledakan) menimbulkan kerugian bagi masyarakat, seperti bangunan terkena batu, bangunan retak dan lain-lain, maka perusahaan harus bertanggung jawab terhadap kerugian yang dialami warga. Menurut tokoh masyarakat, ini juga sudah terlaksanakan.

Ketiga, apabila dampak blasting dan sebagainya sampai memakan korban jiwa, maka perusahaan bertanggung jawab penuh sesuai hukum yang berlaku.

Keempat, prioritas perekrutan tenaga kerja dari kalangan masyarakat RW Teluk Lekup.

Kelima, membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat yang tidak bekerja di perusahaan.

Keenam, perusahaan bekerja sama dengan masyarakat dalam penjualan material yang melalui jalan darat, seperti batu granit dan sebagainya. Butir ini dilakukan sore tadi.

Ketujuh, 6 poin diatas dikelola oleh tokoh masyarakat, khususnya RW 04 Teluk Lekup, untuk mengatur poin-poin yang telah disepakati untuk masyarakat RW 04 Teluk Lekup. Menurut tokoh masyarakat dan perangkat RT dan RW, tujuh butir kesepakatan tersebut sudah terlaksanakan.

Sementara itu, seorang warga, Rahman mengucapkan rasa syukurnya atas terlaksananya pemberian dana dari butir kelima kesepakatan tersebut. “Ini sangat membantu kami pak. Perusahaan cukup berkomitmen atas semua kesepakatan, termasuk anak-anak kami sekolah, dan kesehatan warga kami juga terbantu,” ujarnya.

Selain menjalankan 7 butir kesepakatan tersebut, PT WPK juga sudah berencana membantu masyarakat sekitar dengan pemberian Sembilan bahan pokok (Sembako) yang akan disampaikan di Bulan Ramadan nanti.

“Biasanya kami menggelar buka puasa bersama warga, tapi karena ada wabah Covid-19 ini, maka kegiatan itu kita ganti dengan pemberian sembako. Nilainya tak besar, Rp140 ribu per paket untuk sekitar 225 KK yang ada di RW ini,” jelas Beri Susilo lagi. (msa)