Komisi III DPRD Karimun: Perlu Ada Evaluasi KONI Karimun

Komisi I DPRD Karimun Ady Hermawan. (rko)

Karimun, Lendoot.com – Sejumlah Anggota DPRD Kabupaten Karimun menilai keberadaan KONI (Komite Olahraga Nasional) Kabupaten Karimun belum memberikan sumbangsih terhadap pengembangan olahraga di daerah ini.

Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Karimun, Ady Hermawan bahkan mempertanyakan penggunaan anggaran bersumber dari APBD di KONI  Kabupaten Karimun selama ini yang dinilai tak ada kejelasan.

“Padahal dana untuk KONI terbilang cukup besar, meskipun akhirnya setiap tahunnya terjadi pemangkasan anggaran. Namun setiap tahun dipastikan tidak pernah jelas penggunaan dana yang diterima, bahkan Surat Pertanggungjawaban (SPJ) maupun rincian dana yang telah terpakai tidak pernah ada yang tahu,” ujarnya.

Ady menyebut besarnya anggaran tidak berdampak jelas terhadap pembinaan atlet-atlet. “Sampai-sampai saat Popda (Pekan Olaharaga Pelajar Daerah) di Provinsi Kepri di Binta bulan lalu, kita berada di posisi kelima dari enam Kabupaten-Kota yang ikut,” ujar Ady saat ditemui di ruang kerjanya.

Politisi Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) ini juga mengatakan, anggaran yang digelontorkan untuk KONI Kabupaten Karimun pada tahun sebelumnya mencapai sekitar Rp2,5 Miliar, kemudian tahun ini pada APBD Murni turun menjadi Rp800 juta. Sejak dana yang dialokasikan miliaran rupiah, hingga saat ini memang tidak pernah terlihat peruntukan dananya.

Hal senada diungkapkan Anggota Komisi III DPRD Karimun, Zaizulfikar. Dia malah bisa memastikan semua cabang olahraga (cabor) yang ada di Kabupaten Karimun tidak pernah mendapatkan dana pembinaan dari KONI.

“Saya dia sendiri pengurus cabang FORKI  di Karimun, yakni dan memastikan tidak pernah dapat dana pembinaan dari KONI,” ujar pria yang kerap disapa Boi itu.

Setiap ada kegiatan turnamen keluar daerah, tambahnya, terpaksa pengurus mengutus altet dengan menggunakan dana pribadi.

“APBD tahun ini Rp800 Juta, untuk apa duitnya? Coba tanya cabor yang ada berapa yang didapat dari KONI? Besar duit itu sebenarnya, bukan gampang buat SPJ-nya dalam laporan penggunaan dana yang setelah terpakai,” ungkapnya.

Ketika ditanya, Ady Hermawan mengatakan perlu adanya evaluasi terhadap kepengurusan KONI saat ini. “Seharusnya sudah bisa dievaluasi, apa dan dimana kelamahannya. Kita perlu evaluasi bersama,” ungkapnya senada.

Senada diungkapkan Boy bahwa KONI Kabupaten Karimun itu harus modernisasi pemikirannya. “Orang-orang di dalamnya juga harus di regenerasi,” pinta Boi. (ami)