Sebelum memasuki tulisan ini lebih lanjut, untuk diketahui sebutan kurir narkoba itu bermacam-macam. Sebagian besar ‘pemain narkoba’ menyebut kurir narkoba sebagai; tukang pikul, kuli panggul, becak atau mbecak. Di tingkatan pemasok besar disebut sebagai transporter.
Kurir narkoba dapat berasal dari berbagai latar belakang, usia, dan tingkat pendidikan. Beberapa mungkin tergiur oleh iming-iming uang yang besar, sementara yang lain mungkin dipaksa atau ditipu untuk terlibat dalam aktivitas ilegal ini.
Imbalan atau upah yang diterima kurir yang terbilang dengan angka yang tinggi seringkali menjadi dorongan utama bagi para kurir melakukannya.
Penyebabnya, kurangnya kesempatan kerja yang layak dapat mendorong seseorang menjadi kurir. Sebagian, karena ancaman terhadap keselamatan diri atau keluarga mereka, beberapa kurir akhirnya terpaksa melakukannya.
Kurir narkoba menggunakan berbagai modus operandi untuk menyembunyikan narkoba, antara lain:
Barang bawaan, dengan cara menyembunyikan narkoba di dalam koper, tas, atau disatukan dengan media barang bawaan lainnya.
Ada juga yang dengan cara menelan kapsul berisi narkoba (swallowing), atau menyembunyikan narkoba di dalam tubuh.
Sementara untuk armada pengangkutan, kurir narkoba kerap menggunakan armada mobil, bus, maupun truk ketika di daratan.
Jaringan perdagangan narkoba sangat kompleks dan seringkali melibatkan beberapa negara. Kurir dapat melakukan perjalanan lintas benua untuk mengantarkan narkoba. Beberapa rute yang umum digunakan antara lain;
Amerika Latin ke Amerika Utara: Rute ini terkenal dengan produksi kokain di negara-negara seperti Kolombia dan Peru, yang kemudian diselundupkan ke Amerika Serikat.
Afrika ke Eropa: Rute ini digunakan untuk menyelundupkan heroin dan kokain dari Afrika ke Eropa.Risiko dan Konsekuensi
Asia Tenggara ke Australia: Negara-negara seperti Myanmar dan Laos merupakan produsen utama opium dan heroin, yang kemudian diselundupkan ke Australia.
Sementara narkoba yang akan kita bahas berbentuk sabu-sabu yang merupakan dari Malaysia sebagai tempat singgahnya, dari tempat produksinya di Thailand. Dalam tulisan ini, narkoba jenis sabu di Indonesia yang berasal dari Thailand masuk via Malaysia kemudian masuk ke Indonesia melewati Pulau Karimun, lewat jalur laut. (bersambung/msa)




