Huzrin Hood: Soal Rempang Bisa Jadi Kebangkitan Ekonomi Masyarakat Melayu

Huzrin Hood saat podcast. (ft ss ytchanelbosanto)

Batam, Lendoot.com  – Huzrin Hood, Ketua Majelis Rakyat Kepri menaruh perhatian terhadap rencana pengembangan Pulau Rempang melalui Proyek Strategis Nasional (PSN) Rempang Eco-City.

Tokoh sentral pembentukan Provinsi Kepri ini menyebut, bisa jadi ini merupakan tonggak sejarah bangkitnya ekonomi Melayu, seperti yang dicita-citakan Laksamana Hang Nadim di massa silam.

Dulunya, kata dia, Pulau Galang yang merupakan tempat lahirnya Hang Nadim pernah menjadi pusat pembuatan kapal-kapal perang yang terkenal di massa itu.

“Tak menutup kemungkinan bangkitnya ekonomi di kawasan Rempang, Galang, saat ini, masyarakat Melayu hidup dengan layak merupakan semangat Hang Nadim.”

“Saya kira semangat Hang Nadim ini akan bangkit hari ini jika kita betul-betul menjunjung budaya Melayu yang kita junjung tinggi,” ujar Huzrin Hood dalam Podcast Ruang Lapang yang ditayangkan di channel youtube Bos Anto Show.

Hingga Jumat (22/9/2023) malam, penayangannya podcast yang dipandu , pada Ramon Damora itu mencapai 3 ribu.

Dalam podcast tersebut Huzrin Hood  sangat menyayangkan kondisi saat ini, di mana terjadinya gesekan antara masyarakat dengan pemerintah, karena menolak untuk direlokasi.

Hal tersebut kemudian menjadi celah, bagi sebagian orang untuk menolak investasi tersebut, bahkan ada upaya untuk menggagalkannya. Padahal, masyarakat Melayu sendiri, khususnya di Rempang dan Kepri, tak ada yang menolak masuknya investasi tersebut asalkan hak-hak masyarakat dapat terpenuhi.

“Masyarakat sepakat, investasi oke, tapi relokasi perlu dirundingkan. Gerisman (Tokoh Masyarakat Rempang) pernah tunjukkan peta, kami ini ke sini saja, investasi ke sini dengan peta laut itu, tapi mereka (dengan pemerintah) tak pernah bertemu,” ungkap Huzrin Hood.

Huzrin Hood, yang pernah menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Riau ini sependapat yang disampaikan Presiden RI, Joko Widodo, terjadinya kondisi saat ini karena kurang bagusnya komunikasi di awal dengan masyarakat setempat.

Dia menyarankan untuk digelarnya Musyawarah Agung. Selain mencari solusi konkret juga merajut kembali tali silaturahmi. Selain itu agar tidak ada pihak-pihak yang memanfaatkan masalah ini sehingga membuat gangguan Kamtibmas. Bahkan dia bersedia menjadi mediator.

Sejak ditandatanganinya MoU oleh Pemerintah Indonesia dengan produsen kaca asal China, Xinyi Group, Majelis Rakyat Kepri langsung memberikan saran dan masukan agar mengedepankan musyawarah mufakat. Selain pada pemerintah juga disampaikan pada masyarakat. (rst)