Batam, Lendoot.com – Harga beras beberapa pekan terakhir mengalami kenaikan di sejumlah daerah di Indonesia, termasuk juga di wilayah Kepri. Kondisi memunculkan pertanyaan kenaikan beras sudah terjadi menjelang Puasa Ramadan, apalagi saat Ramadan nanti.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepri Suryono mengatakan bahwa persediaan atau stok beras di Kepri terbilang masih aman hingga Ramadan dan Idul Fitri 2024 mendatang.
Suryono mengatakan kenaikkan harga beras di wilayah Kepri saat ini terbilang masih sangat jauh lebih rendah dibandingkan beberapa wilayah lainnya.
“Kenaikkan harga beras ini berlaku secara nasional, khususnya di Kepri masih jauh lebih rendah dari daerah lain. Bahkan masih dibawah rata-rata nasional. Jadi kita tidak perlu khawatir dan resah,” jelas Suryono kepada awak media.
Pihaknya pun menegaskan, kepastian ini berdasarkan sinergitas yang solid antara BI Kepri bersama TPID, Pemerintah Provinsi Kepri, Pemerintah Daerah hingga Bulog dan distributor yang menyatakan kesiapannya untuk sama-sama menjaga ketersedian beras di Kepri.
“Cadangan beras kita hingga April atau setelah lebaran. Dan saat ini, persedian di Bulog saja diatas 1.000 ton. Sementara di Asosiasi Distributor diatas 2.000 ton. Jadi No Problem walaupun naik,” terang Suryono.
Untuk itu, pihaknya juga mengajak semua pihak untuk tidak resah maupun sampai terjadi panic buying. Mengingat ketersedian dan stok beras masih sangat cukup.
“Kami himbau seluruh masyarakat Kepri untuk resah maupun sampai panic buying. Mengingat, Stok Beras di Kepri masih sangat aman,” tutur Suryono. (rst)




