Jakarta – Peran guru dan tenaga kesehatan dinilai sangat strategis dalam menekan angka perkawinan anak dan kehamilan usia dini di Indonesia. Hal ini disampaikan oleh Direktur Pelayanan Kesehatan Keluarga Kementerian Kesehatan RI, Lovely Desi, dalam Webinar Nasional Kesehatan Reproduksi, Selasa (16/12/2025).
Lovely menegaskan bahwa akar permasalahan kesehatan seperti angka kematian ibu (AKI), kematian bayi, dan stunting sering kali bermula dari kurangnya edukasi kesehatan pada usia remaja.
Peran Strategis Sektor Pendidikan & Kesehatan
Sinergi antara dua sektor ini menjadi kunci utama dalam upaya preventif:
Guru (Sektor Pendidikan): Berada di garis depan untuk membentuk karakter dan pengetahuan remaja melalui edukasi kesehatan reproduksi serta perencanaan kehidupan berkeluarga di sekolah.
Tenaga Kesehatan: Menjadi ujung tombak layanan konseling dan pendampingan bagi remaja serta kelompok berisiko.
Risiko Medis Kehamilan di Bawah Usia 20 Tahun
Kemenkes mengingatkan bahwa kehamilan pada usia dini memiliki risiko komplikasi yang sangat tinggi, antara lain:
Anemia, preeklamsia, dan perdarahan pada ibu.
Persalinan prematur dan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) pada bayi.
Gangguan tumbuh kembang anak yang berpotensi menyebabkan stunting.
“Remaja perlu didampingi agar mampu merencanakan kehidupan berkeluarga secara matang dan bertanggung jawab,” tegas Lovely.
Pendekatan Siklus Hidup
Pencegahan tidak bisa dilakukan secara instan, melainkan harus melalui pendekatan siklus hidup yang mencakup:
Masa remaja dan pra-nikah (edukasi).
Masa kehamilan dan persalinan (pendampingan).
Masa nifas hingga pengasuhan anak (layanan kesehatan).
Kemenkes juga menekankan pentingnya dukungan dari tokoh agama, tokoh masyarakat, dan keluarga untuk menciptakan lingkungan yang melindungi anak dari praktik perkawinan dini. Tujuannya adalah memastikan masa depan generasi Indonesia yang lebih sehat dan berkualitas. (*/rsd)
Artikel ini telah tayang di InfoPublik.id berjudul Pentingnya Peran Guru – Tenaga Kesehatan Cegah Perkawinan Anak dan Kehamilan Dini




