Aji Sugeng Suratmaji,Mahasiswa Karimun yang Sedang Menempuh Kuliah di Tanjungpinang

Sejak dimekarkan menjadi daerah otonom baru berdasarkan UU Nomor 53 Tahun 1999, hingga saat ini tinggal menghitung hari saja tepat 12 Oktober 2019 mendatang, Kabupaten Karimun telah genap berusia 20 tahun.

Pada usia yang terbilang tidak lagi muda ini ternyata masih banyak menyimpan berbagai kejanggalan yang dirasakan oleh masyarakat.

Berbagai persoalan yang terjadi seperti pelayanan kesehatan, ekonomi, pemerataan pembangunan dan peredaran Narkoba, tentu menjadi pembahasan pokok bagi setiap kalangan masyarakat Kabupaten Karimun.

Di antaranya persoalan yang terjadi di Kabupaten Karimun yang paling mencolok yakni Narkoba yang masih marak beredar, dan ekonomi yang merosot hingga menyebabkan Kabupaten Karimun mengalami devisit anggaran sejak 2017 lalu.

Kedua persoalan ini tentu menjadi momok bagi seluruh masyarakat Kabupaten Karimun. Masalah narkoba, kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Karimun, mengatakan bahwa Karimun menjadi pintu masuk penyeludupan narkoba.

Posisi stategis Kabupaten Karimun yang berada di wilayah perbatasan dengan negara tetangga, tentu membuat para pengedar leluasa membawa barang haram tersebut masuk ke daerah ini. Peredaran narkoba di Kabupaten Karimun harus segera dicegah, karena barang haram ini mampu membuat masa depan anak bangsa menjadi terancam.

Persoalan selanjutnya adalah, Kabupaten Karimun tengah dilanda Defisit Anggaran sejak 2017 lalu. Terjadinya defisit anggaran disebabkan karena Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Karimun yang tidak mampu mencapai target.

Kabupaten Karimun yang memiliki sumber daya alam melimpah ruah dan berada diwilayah perbatasan dengan negara tetangga, sudah seharusnya dapat dimanfaatkan sebagai peluang dalam meningkatkan perekonomian daerah.

Pemerintah Kabupaten Karimun terkesan seolah tidak mampu memanfaatkan peluang yang ada hingga akhirnya terjadi devisit anggaran tiga tahun berturut-turut sejak 2017 hingga 2019.

Tentunya dengan penuh kesadaran, bahwa Kabupaten Karimun sangat membutuhkan gebrakan baru dalam membangun perekonomian di wilayah perbatasan.

Semoga pada usia yang ke-20 tahun ini, dengan penuh harapan besar dan perhatian dari seluruh kalangan masyarakat terkhusus pemerintah daerah untuk dapat memberikan titik terang dalam menyelesaikan segala persoalan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat. (*)

oleh:

Aji Sugeng Suratmaji (Penulis adalah Mahasiswa Karimun yang Sedang Menempuh Kuliah di Tanjungpinang).