Lingga – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Dabo Singkep terus berinovasi dalam menciptakan program pembinaan yang produktif. Pada Rabu (22/4/2026), jajaran Lapas resmi memulai budidaya perikanan dengan menebar ribuan benih ikan lele di kolam lingkungan Lapas.
Aksi ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari strategi mendukung program ketahanan pangan nasional sekaligus menjadi laboratorium keterampilan bagi warga binaan.
Kegiatan penebaran benih ini dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Dabo Singkep, Yusrifa Arif, S.H., M.H., bersama para pejabat struktural. Pemanfaatan lahan kosong di lingkungan Lapas menjadi kolam budidaya merupakan langkah cerdas untuk meningkatkan nilai guna fasilitas yang ada.
Kalapas Yusrifa Arif menegaskan bahwa program ini dirancang untuk memberikan dampak ganda: pemenuhan gizi di dalam Lapas serta penguasaan skill baru bagi para warga binaan.
“Ini adalah langkah konkret kami. Kami ingin warga binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga pulang membawa bekal keterampilan. Budidaya lele ini diharapkan menjadi modal mereka untuk mandiri dan membuka usaha sendiri setelah bebas nanti,” ujar Yusrifa Arif.
Melalui program budidaya ini, warga binaan dilibatkan secara langsung mulai dari tahap persiapan kolam, pemberian pakan, hingga pemeliharaan kualitas air. Pengalaman praktis ini menjadi bekal berharga untuk meningkatkan kualitas hidup mereka di masa depan.
Target Utama Program Budidaya:
Kemandirian: Mencetak warga binaan yang memiliki jiwa entrepreneur di bidang perikanan.
Ketahanan Pangan: Mewujudkan swasembada pangan di lingkungan internal Lapas.
Optimalisasi Fasilitas: Mengubah area non-produktif menjadi sentra penghasil pangan.
Lapas Dabo Singkep berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program inovatif lainnya. Fokusnya tetap sama: memastikan setiap warga binaan memiliki kesempatan untuk bertransformasi menjadi pribadi yang lebih baik, terampil, dan siap memberikan kontribusi positif bagi masyarakat saat kembali ke lingkungan luar. (*/fik)



