Karimun, Lendoot.com – Mayat seorang lelaki yang ditemukan meninggal dunia di dalam mobil bernomor polisi BP 1194 YD di kawasan Jalan Pramuka, Kelurahan Tanjungbalai, Senin (20/2/2023) malam, masih misteri.
Mayat laki- laki itu berusia (43) yang merupakan seorang pekerja PT Sasmitha Amerkon Subcon PT Saipem meninggal dalam keadaan tidak biasa.
Disebut dalam keadaan tidak biasa, sebab korban meninggal di dalam mobil dengan posisi kepala berada di bawah kemudi mobil. Bahkan posisinya juga telentang dengan kepada menghadap depan bagian depan mobil.
Hanya saja, Kapolsek Balai Karimun Karimun Kompol Edy Wiyanto mengatakan, dari hasil pemeriksaan sementara tidak ditemukan adanya tanda kekerasan.
BACA JUGA!
“Korban ditemukan sekira pukul 17.20 WIB, di dalam Mobil. Posisi korban saat itu sudah tergeletak dengan posisi kepala di bawah dan dalam keadaan meninggal dunia,” kata Kompol Edy ditemui di lokasi.
Saat ini polisi belum dapat memberikan hasil pasti penyebab kematian korban. Pasalnya, upaya visum untuk mengetahui penyebab pasti kematian masih atau sedang dilakukan dan belum diumumkan ke publik.
Ketika melihat posisi meninggalnya korban, beberapa warga memberikan komentarnya jika korban meninggal tidak wajar, alias menjadi korban pembunuhan.
“Kalau dilihat lebih jelas di foto yang beredar, di situ bagian celana korban terlihat basah. Itu air yang keluar dari kemaluan yang meninggal jika dibunuh. Tapi kita tetap menunggu hasil kerja polisi ya,” ujar seorang warga Syaiful, Selasa (21/2/2023).
Sebelumnya diberitakan lendoot.com, korban dikabarkan sempat hilang kontak sejak, Sabtu (18/2/2023) lalu dan baru ditemukan Senin sore. Rekan-rekan kerja korban, sempat berupaya melakukan pencarian dan menghubungi korban, akan tetapi tidak berhasil ditemukan.
Dari informasi rekan-rekannya, korban terakhir berkomunikasi pada Sabtu pagi. Akan tetapi, sejak Sabtu sore korban tidak dapat lagi dihubungi.
“Pagi sempat komunikasi, itu terakhir kali ada kabar. Biasanya juga korban sering ke rumah rekan-rekan kerjanya, tetapi malam minggu itu ia sudah tidak ada kabar,” jelasnya.
“Ponsel korban dihubungi aktif, tetapi tidak ada jawaban. Hingga akhirnya ditemukan tadi sore dalam keadaan meninggal,” katanya.
Saat melakukan evakuasi, mobil korban dalam keadaan terkunci, pihak kepolisian dibantu warga terpaksa harus memecahkan kaca untuk memeriksa kondisi korban. (msa/rko)




