ADVETORIAL
Pangan merupakan sektor penting untuk membangun bangsa dan negara agar lebih maju dan berkembang, sekaligus sebagai tolak ukur kesejahteraan rakyat.
Permasalahan pangan tentunya menjadi perhatian penting bagi setiap daerah di Indonesia, termasuk Kabupaten Karimun, yang merupakan wilayah kepulauan dan bukan sebagai daerah sentra pertanian.
Pemerintah Daerah Kabupaten Karimun melalui Dinas Pangan dan Pertanian (Dispantan) terus berupaya menjaga ketahanan pangan bagi masyarakat.
Dispantan Kabupaten Karimun bahkan memiliki langkah dan strategi untuk mempertahankan ketiga pilar ketahanan pangan, yaitu ketersediaan pangan, akses atau keterjangkauan pangan dan pemanfaatan atau stabilitas pangan.

“Bicara ketahanan pangan, apalagi di daerah perbatasan adalah hal yang menarik. Kita ketahui isu pangan saat ini juga jadi isu yang aktual dibicarakan. Untuk Karimun kita miliki karakteristik dan strategi sendiri,” kata Kepala Dispantan Kabupaten Karimun, Sukriyanto Jaya Putra, Rabu (14/12/2022).
Kabupaten Karimun menurut Sukri, bukanlah daerah penghasil, akan tetapi ketahanan pangan di Karimun masih tetap terjaga. Bahkan, Pemerintah Kabupaten Karimun masih memiliki stok beras dari APBD yang dipersiapkan untuk penanganan bencana.
Karimun juga, memiliki berbagai komoditi pertanian yang terus dikembangkan. Adapun hasil pertanian di Kabupaten Karimun untuk penghasil karbohidrat layaknya padi adalah tanaman sagu, jagung dan ubi kayu.

Bahkan menurut Sukri, komoditas seperti sagu dapat menjadi alternatif pengganti beras bagi masyarakat apabila terjadi krisis pangan.
“Di Kabupaten Karimun jika ada krisis pangan, kita bisa maksimalkan karbohidrat. Tahun 2023 kita akan fokus maksimalkan populasi dan produksi sagu. Kita berdayakan petani dan pabrik sagu. Di Karimun ada enam pabrik sagu, yaitu tiga di Kecamatan Belat 3 dan tiga di Kecamatan Ungar,” katanya.
Dalam menjaga ketahanan pangan, strategi yang dibutuhkan bukan hanya dengan memiliki komoditas penghasil karbohidrat saja, melainkan dapat dilakukan dengan meningkatkan produksi.
Salah satunya, Kabupaten Karimun juga memiliki hasil pertanian hortikultura seperti cabai, sayuran, kelapa dan tanaman lainnya.
“Kita harus bersyukur Karimun ada berbagai tanaman. Untuk jagung seperti arahan Bupati (Aunur Rafiq) terus ditingkatkan pada tahun 2023. Lalu pertanian ubi kayu sudah ada dibantu provinsi, kita akan berikan bantuan pupuk dan sebagainya. Cabe dan sayuran lokal juga akan kita maksimalkan tahun 2023. Di sektor perkebunan ada 5.000 bibit yang sudah datang, dan ini akan kita serahkan masyarakat di pulau Karimun serta Kundur,” kata Sukri.

Ditegaskan Sukri, pengembangan sektor pertanian bukan hanya fokus di Pulau Karimun dan Kundur saja.
Pemerataan terus dilakukan hingga ke daerah hinterland. Baik itu terkait bantuan peralatan ataupun pengembangan lainnya.
“Kita sentra tapi geliat pertanian harus merata. Daerah Durai sudah masuk dua traktor. Di Moro selaku pusat perikanan juga ada cabe. Ibu-ibu di Keban Moro juga telah memanfaatkan lahan untuk sayur. Bahkan hasilnya sudah bisa dijual ke pasar,” jelasnya.
Untuk hal itu Dispantan Kabupaten Karimun juga telah melakukan pemetaan kerentanan dan ketahanan pangan di setiap desa/kelurahan.
Pemetaan bukan hanya dari data Dispantan saja, tapi dibuat berdasarkan data-data dari Dinas Perdagangan, Dinas Perhubungan, Dinas Sosial hingga Badan Pusat Statistik (BPS).
“Pemetaan itu jadi data bagi kita untuk ketahanan pangan. Pemetaan dilakukan sejak dari Pusat yang diperoleh dari tingkat provinsi. Lalu Provinsi menyusun petanya dengan basis kecamatan. Kita dari Kabupaten memetakan hingga tingkat desa dan kelurahan,” ujar Sukri.
Tidak hanya sektor pertanian saja, tapi Dispantan Kabupaten Karimun juga menguatkan bidang peternakan. Hal yang termasuk menjadi sorotan diantaranya adalah daging dan telur ayam.
Berdasarkan data bulan Desember 2022, terdapat 233.300 ekor ayam petelur, 368.560 boiler dan 5.400 ayam buras di Kabupaten Karimun.
Kemudian untuk kebutuhan daging ayam perminggu di Kabupaten Karimun sebanyak 48,67 ton dan 48,91 ton telur, dengan hitungan 15 butir per kilogramnya.
“Kita update setiap bulannya. Untuk telur dari kita bisa memenuhi 84 persen dan 64 persen untuk daging ayam,” kata Sukri. (rko)




